Keraguan konsumen terhadap motor listrik kerap berkaitan dengan akses perawatan dan ketersediaan komponen setelah pembelian. Indomobil eMotor menjawab kebutuhan itu melalui jaringan 156 diler di berbagai wilayah Indonesia serta dukungan suku cadang untuk seluruh lini produknya.
Jaringan tersebut memberi akses bagi calon pembeli dan pemilik kendaraan untuk memperoleh informasi, layanan perawatan, serta bantuan teknis. Perusahaan menempatkan kesiapan layanan sebagai bagian penting dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Kepastian Layanan untuk Pemilik
CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, mengatakan konsumen perlu mengetahui tempat yang dapat didatangi ketika membutuhkan penanganan kendaraan. Kebutuhan tersebut mencakup pemeriksaan, perawatan, hingga penggantian komponen.
“Konsumen ingin mengetahui ke mana harus datang ketika membutuhkan perawatan, pemeriksaan, maupun penggantian komponen,” kata Pius. Ia menambahkan bahwa perluasan jaringan diler menjadi salah satu fokus perusahaan.
Menurut Pius, pengembangan kendaraan listrik harus berjalan bersama kesiapan manufaktur, layanan, dan pasokan komponen. Pendekatan ini dinilai penting agar konsumen memiliki kepastian akses dalam jangka panjang.
“Kami juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan industri dalam negeri, produknya sesuai dengan karakter penggunaan di Indonesia, serta konsumen memiliki akses terhadap jaringan dealer, layanan, dan suku cadang ketika dibutuhkan,” ujar Pius dalam keterangan resmi. Pernyataan itu menegaskan bahwa produk bukan satu-satunya fokus dalam strategi perusahaan.
TKDN Melebihi Acuan Kendaraan Listrik
Di sisi produksi, Indomobil eMotor telah membukukan TKDN sebesar 50 persen pada lini motor listriknya. Nilai ini melampaui standar minimum 40 persen yang menjadi acuan bagi kendaraan listrik.
Seluruh lini produk dirakit di fasilitas National Assembler di Jalan Raya Bekasi KM 18, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Perakitan domestik dan penggunaan komponen lokal menjadi faktor yang mendukung nilai TKDN tersebut.
| Aspek | Data Indomobil eMotor |
|---|---|
| TKDN lini motor listrik | 50 persen |
| Acuan minimum kendaraan listrik | 40 persen |
| Jaringan layanan | 156 diler di Indonesia |
| Fasilitas perakitan | National Assembler, Cakung |
Penguatan produksi lokal diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai manufaktur kendaraan listrik. Dengan demikian, bisnis motor listrik tidak hanya berfokus pada penjualan unit kepada konsumen.
Pilihan Model untuk Mobilitas Berbeda
Indomobil eMotor menyediakan enam model, yaitu QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, dan Tyranno X. Setiap model dikembangkan dengan karakter serta kemampuan yang berbeda untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pengembangan produk mempertimbangkan kondisi jalan, kebutuhan jarak tempuh, dan pola mobilitas perkotaan di Indonesia. Faktor tersebut relevan karena kebutuhan penggunaan kendaraan listrik dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lain.
| Model | Kategori |
|---|---|
| QT | Motor listrik Indomobil eMotor |
| QT Pro | Motor listrik Indomobil eMotor |
| Adora | Motor listrik Indomobil eMotor |
| Sprinto | Motor listrik Indomobil eMotor |
| Tyranno | Motor listrik Indomobil eMotor |
| Tyranno X | Motor listrik Indomobil eMotor |
Strategi Indomobil eMotor menggabungkan ketersediaan produk, perakitan lokal, jaringan diler, dan layanan purna jual. Keempat unsur tersebut diposisikan untuk memudahkan penerimaan kendaraan listrik oleh masyarakat.






