Penguatan bursa Asia belum mampu membawa IHSG ikut bergerak positif pada pembukaan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Indeks domestik justru turun 5,17 poin atau 0,08% ke posisi 6.296,59 pada awal sesi I.
Kontras terlihat dari pergerakan Nikkei225 yang naik 1,77% dan Kospi yang melesat 2,35%. Di dalam negeri, pelaku pasar menghadapi sinyal teknikal yang dinilai masih memberi tekanan kepada indeks.
Dead Cross Membayangi Arah Indeks
Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dalam perdagangan hari itu. Proyeksi tersebut menempatkan support pada 6.230 dan resistance pada 6.374.
Menurut riset Reliance Sekuritas, pola candle bearish telah menembus di atas MA20. Indikator Stochastic juga membentuk dead cross, sehingga sinyal teknikal belum mendukung penguatan indeks.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas. Kondisi tersebut membuat pergerakan indeks di sekitar level support menjadi salah satu hal yang dipantau pasar.
Di tengah pandangan teknikal yang berhati-hati, BBCA, BBRI, BBNI, dan SMRA masuk daftar saham pilihan Reliance Sekuritas. Daftar itu muncul bersamaan dengan proyeksi indeks yang masih berisiko melemah.
Transaksi Tetap Aktif pada Awal Sesi
IHSG bergerak dalam kisaran 6.289 sampai 6.303 pada awal perdagangan. Investor Daily mencatat pelemahan pembukaan terjadi ketika aktivitas transaksi sudah cukup ramai.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 763,322 juta saham diperdagangkan melalui 46.158 kali transaksi. Nilai transaksi pada menit awal perdagangan mencapai Rp196,67 miliar.
Pergerakan harga saham di papan perdagangan menunjukkan hasil yang beragam. Jumlah saham naik bahkan lebih banyak daripada saham yang turun pada pembukaan sesi.
Sebanyak 208 saham tercatat menguat dan 173 saham melemah. Ada pula 240 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Lima Saham Mencatat Lonjakan Tertinggi
Di tengah koreksi IHSG, lima emiten mencatat kenaikan harga mulai dari 7,95% hingga 23,35%. AGAR memimpin daftar tersebut dengan lonjakan paling besar.
| Emiten | Perubahan Harga | Harga Awal Sesi |
|---|---|---|
| PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) | Naik 23,35% | Rp1.585 |
| PT Ekadharma International Tbk (EKAD) | Naik 17,33% | Rp352 |
| PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) | Naik 9,65% | Rp1.875 |
| PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) | Naik 8,33% | Rp1.040 |
| PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) | Naik 7,95% | Rp95 |
AGAR menguat 23,35% ke Rp1.585, diikuti EKAD yang naik 17,33% menjadi Rp352. EURO bertambah 9,65% ke Rp1.875 pada awal perdagangan.
YPAS berada di Rp1.040 setelah naik 8,33%, sedangkan SLIS bertambah 7,95% menjadi Rp95. Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan peluang masih tersebar meski IHSG bergerak berlawanan dengan mayoritas bursa Asia.
Dengan indeks yang dibuka melemah dan indikator teknikal yang belum membaik, level 6.230 serta 6.374 menjadi batas penting dalam pergerakan IHSG. Aktivitas transaksi dan sebaran saham naik-turun akan menentukan dinamika perdagangan selanjutnya.






