Kebutuhan Pengungsi Gempa NTT Dikebut, Air Bersih hingga 50.000 Sembako Disalurkan

Ribuan warga yang mengungsi mandiri setelah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian utama dalam respons darurat pemerintah. Selain 50.000 paket sembako, air bersih, tenda pengungsian, genset, dan kebutuhan dasar lain disiapkan untuk menopang warga terdampak.

Sebanyak 2.000 orang tercatat mengungsi secara mandiri berdasarkan data BNPB hingga pukul 15.00 WIB. Bantuan logistik awal kemudian diarahkan ke wilayah bencana untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Pemerintah mengirim 50.000 paket sembako Bantuan Presiden ke Maumere. Pengiriman ini menjadi bagian dari percepatan penanganan gempa di Flores yang juga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Cadangan Logistik Digeser ke Wilayah Gempa

Kementerian Sosial mengalihkan persediaan bantuan dari kabupaten tetangga guna memperkuat pasokan bagi masyarakat terdampak. Sebagian cadangan itu sebelumnya disiapkan untuk penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan barang kebutuhan masih tersedia di gudang dan dapat segera dipindahkan. “Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, bantuan logistik awal segera dikirimkan untuk mendukung kebutuhan di daerah bencana. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta.

“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” kata Suharyanto. Distribusi bantuan memerlukan koordinasi agar pasokan pangan dan perlengkapan dasar dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Gempa Flores telah menimbulkan korban jiwa dengan dampak paling berat dilaporkan berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia, sementara sejumlah warga lain mengalami luka-luka.

Jenis DampakJumlah
Meninggal dunia38 orang
Luka berat2 orang
Luka ringan11 orang
Mengungsi mandiri2.000 orang

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat menangani dampak bencana. Arahan tersebut menekankan pentingnya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan yang diperlukan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut paket pangan dari Bantuan Presiden telah diberangkatkan menuju Maumere. “Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy dalam keterangannya.

Sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait juga diterjunkan ke Labuan Bajo. Penanganan ini melibatkan kementerian, BNPB, Basarnas, serta dukungan dari sejumlah badan usaha milik negara.

PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog termasuk dalam jajaran yang diminta membantu penanganan di lapangan. Keterlibatan lintas sektor diperlukan untuk mempercepat layanan dasar dan distribusi kebutuhan bagi para pengungsi.

Percepatan pengiriman logistik menjadi langkah awal agar warga tidak kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok selama situasi darurat. Ketersediaan tenda, air bersih, pangan, dan pasokan pendukung akan menentukan keberlangsungan layanan di lokasi pengungsian mandiri.

Baca Juga