Sebanyak 986 wisatawan sempat tertahan di Pulau Padar setelah pelayaran sementara ditutup akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Seluruh wisatawan kemudian dipulangkan dengan selamat ke Labuan Bajo.
Gangguan tersebut menunjukkan dampak gempa tidak hanya dirasakan warga di daratan, tetapi juga aktivitas wisata di kawasan Floratama. Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF mengaktifkan posko koordinasi darurat untuk merespons kondisi tersebut.
Guncangan Mengganggu Akses Antardaerah
Gempa utama mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 hingga 15 kilometer menurut BMKG.
Getaran juga terasa hingga Labuan Bajo dan wilayah di sekitarnya. Setelah guncangan utama, masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan M 6,2, M 4,5, dan M 5,6.
Tanah longsor serta tiang listrik roboh dilaporkan mengganggu sejumlah ruas darat. Jalur Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, dan Ende–Moni termasuk akses yang terdampak.
Kondisi jalan menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan darurat karena wilayah terdampak saling terhubung melalui rute darat. Pembaruan mengenai akses jalan dan fasilitas umum terus diperlukan dalam koordinasi penanganan bencana.
Lima Bandara Mengalami Kerusakan
Kerusakan fasilitas penerbangan juga tercatat di lima bandara di NTT. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebut dampak mencakup bangunan dan fasilitas pendukung operasional.
| Bandara | Lokasi | Dampak yang Dilaporkan |
|---|---|---|
| Bandara Komodo | Labuan Bajo | Kerusakan bangunan dan fasilitas pendukung |
| Bandara H. Hasan Aroeboesman | Ende | Kerusakan bangunan dan fasilitas pendukung |
| Bandara Umbu Mehang Kunda | Waingapu | Kerusakan bangunan dan fasilitas pendukung |
| Bandara Frans Sales Lega | Ruteng | Kerusakan bangunan dan fasilitas pendukung |
| Bandara Soa | Bajawa | Retakan sedang pada landasan pacu serta kerusakan fasilitas |
Seluruh personel navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan berada dalam keadaan selamat. Layanan navigasi sementara dipindahkan ke lokasi aman agar pelayanan penerbangan dapat tetap berlangsung.
Operasional bandara diperlukan untuk mendukung pengiriman bantuan kebencanaan melalui skema Get Airport Ready for Disaster. Mobilitas udara menjadi penting ketika akses darat di sejumlah wilayah mengalami gangguan.
Korban dan Kerusakan Bangunan
Empat warga meninggal dunia dalam peristiwa ini, dengan lokasi pendataan di Terang, Manggarai Barat; Reo, Manggarai; serta Maumere, Sikka. Dua warga lain dilaporkan mengalami luka-luka.
Kerusakan juga dilaporkan di Hotel Jayakarta, Hotel Papita Mbay, Pelabuhan Maumere, Unika St. Paulus Ruteng, dan RSUD Ruteng. Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang.






