Dari Kapal Perang ke Tiga Domain, AS Bentuk Falcon Strike di Timur Tengah

Pengalaman meluncurkan drone serang dari kapal perang Angkatan Laut AS kini menjadi salah satu pijakan bagi pembentukan Falcon Strike. CENTCOM membangun satuan tugas baru ini dengan cakupan yang lebih luas, meliputi sistem tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut.

Falcon Strike diumumkan pada Kamis (13/8) sebagai kekuatan pencegahan terintegrasi di Timur Tengah. Satuan ini akan melibatkan staf militer Amerika Serikat serta negara-negara mitra regional.

Cakupan operasi di tiga domain membuat Falcon Strike berbeda dari pendahulunya, Scorpion Strike. CENTCOM belum membeberkan jenis perangkat ataupun jumlah drone yang akan dikerahkan dalam struktur baru tersebut.

Kelanjutan dari Satuan Drone Serang

Falcon Strike dibentuk sembilan bulan setelah CENTCOM meluncurkan Scorpion Strike. Unit sebelumnya merupakan satuan tugas drone serang satu arah pertama militer AS di Timur Tengah.

Scorpion Strike telah mencatat sejumlah kemampuan operasional selama periode tersebut. CNN Indonesia melaporkan salah satunya adalah peluncuran drone serang dari kapal perang Angkatan Laut AS untuk pertama kalinya pada Desember lalu.

Satuan terdahulu itu juga digunakan dalam perang AS bersama Israel melawan Iran yang disebut Operasi Epic Fury pada Februari lalu. Operasi tersebut mencakup serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran pada Juli.

Riwayat itu menjadi konteks penting bagi pengembangan Falcon Strike. Satuan baru ini tidak lagi hanya diposisikan dalam kerangka penggunaan drone serang satu arah, melainkan mencakup perangkat tanpa awak pada tiga lingkungan operasi.

AspekScorpion StrikeFalcon Strike
Fokus utamaDrone serang satu arahSistem tanpa awak multi-domain
Lingkup operasiDrone serangUdara, permukaan laut, bawah laut
PeranUnit perintis CENTCOMKekuatan pencegahan multinasional

Model Kerja Sama Regional

Staf Falcon Strike akan dipimpin oleh personel Komando Operasi Khusus Pusat AS atau Soccent. Unit yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa, itu sebelumnya juga meluncurkan Scorpion Strike.

Soccent memiliki tugas merencanakan operasi khusus di wilayah CENTCOM. Wilayah komando tersebut mencakup 21 negara di Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Falcon Strike akan dioperasikan oleh perwakilan Amerika Serikat dan negara-negara mitra regional. CENTCOM sudah memulai konsultasi serta mengundang mitra di kawasan untuk bergabung dalam satuan tugas ini.

Susunan itu menunjukkan bahwa pengoperasian sistem tanpa awak diproyeksikan melalui koordinasi lintas negara. Negara-negara mitra diharapkan dapat memperkuat kemampuan drone serang di Timur Tengah.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyebut Falcon Strike sebagai kelanjutan dari capaian Scorpion Strike. “Satuan tugas Falcon Strike akan mengembangkan kesuksesan Scorpion Strike mengingat inovasi luar biasa yang terjadi di antara sekutu dan mitra regional kita,” kata Cooper.

Cooper menilai inovasi dari sekutu dan mitra regional menjadi unsur pendukung bagi kemampuan baru tersebut. Penekanan itu menempatkan kerja sama kawasan sebagai bagian dari pengembangan satuan, bukan sekadar dukungan tambahan.

Ruang Operasi yang Lebih Luas

Penggabungan drone udara, permukaan laut, dan bawah laut memberi CENTCOM pilihan operasi yang lebih luas dibanding penggunaan satu jenis platform. Namun, rincian kemampuan masing-masing perangkat belum diungkapkan kepada publik.

Cooper menyatakan integrasi kemampuan baru perlu dilakukan secara bersama-sama. “Mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru kita bersama-sama akan membantu kita mewujudkan kemungkinan-kemungkinan baru yang ada di depan mata dengan cepat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan AS memiliki banyak kemitraan dan sahabat kuat di kawasan CENTCOM. “Kita secara kolektif lebih kuat ketika kita mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru bersama-sama,” katanya.

Dengan demikian, Falcon Strike menggabungkan pengalaman satuan drone sebelumnya dengan rencana operasi yang mencakup tiga domain. Tahap pengerahan, komposisi perangkat, dan jumlah negara peserta masih belum diumumkan.

Baca Juga