Real Madrid membawa modal lima kemenangan dari enam pertandingan pramusim, tetapi Jose Mourinho belum melihat timnya berada pada titik ideal. Menjelang laga pembuka melawan Espanyol, ia masih menaruh perhatian besar pada penyamaan intensitas dan ritme permainan.
Masalah utama Madrid bukan terletak pada hasil uji coba, melainkan adaptasi sejumlah pemain yang datang lebih belakangan. Mereka belum memiliki kondisi fisik yang setara dengan pemain yang lebih lama menjalani program latihan.
Situasi itu membuat Mourinho harus menyeimbangkan tuntutan hasil dengan kebutuhan membangun fondasi tim. Ia menilai ide permainan mulai menyatu, meski perbedaan kecepatan kerja antaranggota skuad masih tampak.
Kepada RMTV, sebagaimana dilansir Marca, Mourinho menyampaikan pandangannya soal perkembangan tersebut. “Beberapa pemain datang lebih lambat dan belum memiliki intensitas yang sama dengan mereka yang sudah lebih lama di sini; ada perbedaan kecepatan, tetapi ide-ide secara bertahap menyatu,” tutur Mourinho.
Integrasi Pemain Baru Dipercepat
Proses penyatuan skuad mendapat dorongan dalam kemenangan 3-0 atas Schalke 04 di Gelsenkirchen, Jerman, pada Minggu (16/8/2026). Ibrahima Konate, Yan Diomande, dan Marc Cucurella memperoleh menit bermain pertama mereka bersama Madrid pada laga tersebut.
Kesempatan itu penting bagi Mourinho untuk menilai adaptasi pemain baru dalam situasi pertandingan. Ketiganya sebelumnya juga harus menghadapi program latihan ganda dalam cuaca panas.
Mourinho memberi penilaian positif terhadap respons para pendatang baru. “Saya sangat senang dengan para pemain baru, karena situasi ini tidak mudah bagi mereka,” lanjutnya.
Pelatih Portugal itu tetap memandang kualitas individu harus dipadukan dengan kerja kolektif. Keselarasan di lini tengah serta pembentukan identitas permainan menjadi bagian dari pekerjaan yang belum selesai.
Modal Hasil Positif dari Uji Coba
Madrid menyelesaikan pramusim tanpa kekalahan dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang. Fiorentina menjadi satu-satunya lawan yang mampu menahan Madrid tanpa kemenangan selama periode persiapan.
| Lawan | Hasil | Rincian |
|---|---|---|
| Schalke 04 | Menang 3-0 | Gol dari Mbappé, Huijsen, dan Carlos Espi |
| Fiorentina | Imbang | Satu-satunya hasil tanpa kemenangan |
Kemenangan atas Schalke memperlihatkan kemampuan Madrid mencetak gol sekaligus menjaga hasil. Kylian Mbappé, Dean Huijsen, dan Carlos Espi menjadi pencetak gol dalam pertandingan di Gelsenkirchen itu.
Walau statistik pramusim mendukung optimisme, Mourinho tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan. “Secara keseluruhan, tim ini positif,” kata Mourinho mengenai kondisi skuadnya.
Penilaian tersebut menegaskan bahwa ia melihat arah perkembangan yang baik, bukan tim yang sudah selesai dibentuk. Waktu persiapan yang terbatas membuat setiap sesi latihan memiliki nilai penting untuk menyamakan pemahaman para pemain.
Antusiasme Menjelang Kompetisi
Madrid akan memulai perjalanan di Liga Spanyol dengan menjamu atau menghadapi Espanyol pada 23 Agustus 2026. Laga itu menjadi ujian awal bagi tim untuk menunjukkan apakah progres latihan dapat bertahan di bawah tekanan pertandingan resmi.
Mourinho menilai semangat pemain menjadi unsur mendasar dalam fase awal musim. “Kami semua sangat antusias, begitu pula para pemain, dan itulah hal yang paling penting: jika mereka tidak antusias, maka kita punya masalah,” ujarnya.
Ia juga sempat mengalami memar di sekitar mata kanan setelah terkena bola saat latihan. Mourinho menyatakan insiden tersebut tidak serius dan tidak mengganggu tugasnya mendampingi Madrid dari pinggir lapangan.
Hasil pramusim telah menyediakan rasa percaya diri bagi Real Madrid. Kini, tuntutan berikutnya adalah mengubah modal itu menjadi permainan yang lebih padu ketika Espanyol menjadi lawan pertama di kompetisi resmi.






