Kembalinya Christian Pulisic dan kemunculan Alphadjo Cisse membuat persaingan lini depan AC Milan semakin terbuka. Rafael Leao kini belum bisa menganggap tempatnya di tim utama aman.
Ruben Amorim menyatakan setiap pemain harus berjuang untuk mendapatkan peran. Prinsip itu juga berlaku bagi Leao, meski sang penyerang berasal dari Portugal seperti dirinya.
Pulisic Memperluas Pilihan Amorim
Pulisic akan kembali ke tim dan menambah jumlah pemain yang dapat bersaing di area menyerang. Kehadirannya memberi Amorim lebih banyak alternatif saat menentukan komposisi lini depan.
Amorim juga menyinggung perubahan posisi Alexis Saelemaekers. Perubahan tersebut membuat persaingan di sektor yang dapat ditempati Leao semakin sulit diprediksi.
“Saelemaekers sudah berubah posisi, akan sulit juga buat dia,” kata Amorim. Ia kemudian menegaskan bahwa Pulisic akan ikut memperebutkan posisi serupa setelah kembali ke tim.
“Kami juga akan punya Pulisic yang kembali ke tim, jadi kami akan punya banyak pemain yang akan memperebutkan posisi itu,” lanjutnya. Pernyataan itu menggambarkan bahwa Milan tidak bergantung pada satu opsi di lini serang.
Posisi Pemain dalam Persaingan
| Pemain | Posisi atau Peran | Situasi |
|---|---|---|
| Rafael Leao | Sisi kiri atau ujung tombak | Belum dijamin masuk susunan utama |
| Alphadjo Cisse | Sisi kiri | Menarik perhatian usai mencetak gol saat uji coba |
| Goncalo Ramos | Ujung tombak | Diperkirakan menjadi pilihan lini depan |
Cisse Muncul sebagai Pesaing Langsung
Cisse menjadi salah satu nama yang berpotensi menghalangi jalan Leao di sisi kiri. Pemain tersebut mencetak gol ketika Milan menghadapi Manchester United dalam laga uji coba.
Amorim menilai gaya bermain Cisse dapat menyulitkan Leao dalam perebutan peran. “Saya rasa Cisse, dengan cara mainnya, akan menyulitkannya,” ujar pelatih berusia 41 tahun itu.
Penilaian itu menandakan Amorim memberi perhatian pada karakter permainan pemain, bukan hanya status mereka. Leao perlu menunjukkan bahwa kualitasnya paling sesuai dengan kebutuhan tim di lapangan.
Leao Masih Masuk Rencana Skuad
Amorim tidak menyampaikan bahwa Leao tersisih dari rencana AC Milan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut tetap memiliki nilai bagi skuad.
Dalam pernyataan yang dikutip Football Italia, Amorim berkata, “Saya tidak tahu, tapi Leao itu salah satu pemain kami. Saya sudah bilang kok kalau kami senang punya dia, dia pemain yang berharga.”
Pengakuan itu menjadi sinyal bahwa peluang Leao masih terbuka. Namun, Amorim tidak bersedia memberikan kepastian mengenai posisi pemain tersebut dalam 11 pemain pertama.
“Jadi kita akan lihat nanti, tapi memang dia harus berjuang,” kata Amorim. Sikap itu menegaskan bahwa Leao akan dinilai melalui persaingan yang berlangsung di dalam tim.
Opsi Penyerang Tengah Ikut Memengaruhi Persaingan
Selain pemain di sisi kiri, Milan juga mempunyai pilihan di posisi penyerang tengah. Goncalo Ramos diperkirakan menjadi andalan, sementara Santiago Gimenez dan Christopher Nkunku ikut bersaing di area itu.
Susunan opsi tersebut memberi Amorim fleksibilitas dalam menentukan bentuk lini depan. Leao dapat bermain di sisi kiri atau sebagai ujung tombak, tetapi dua peran itu sama-sama dihuni sejumlah kandidat.
Situasi tersebut muncul ketika masa depan Leao di Milan masih menarik perhatian karena ia dikaitkan dengan kemungkinan hengkang. Hubungan pemain itu dengan klub dan tim juga dikabarkan memburuk.






