Cincin yang terasa lebih sempit ketika baru bangun tidur dapat menjadi salah satu tanda pembengkakan jari yang perlu diperhatikan. Bila kondisi itu muncul bersama nyeri berulang dan kekakuan pagi hari, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan Rheumatoid Arthritis atau RA.
RA adalah penyakit autoimun kronis yang memicu peradangan pada sendi. Pada awal kemunculannya, gejala dapat terlihat ringan dan kerap disalahartikan sebagai pegal setelah beraktivitas.
Kekakuan akibat RA umumnya paling terasa pada pagi hari. Saat tubuh mulai bergerak, mandi, atau menjalankan aktivitas, rasa kaku dapat perlahan berkurang.
Tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang sering terdampak, terutama jari dan pergelangan tangan. Pembengkakan pada area tersebut dapat membuat cincin yang biasa dikenakan terasa tidak nyaman atau lebih ketat.
Keluhan Tidak Selalu Berhenti di Tangan
Peradangan yang berlanjut dapat membuat RA menyerang lebih banyak sendi. Lutut, bahu, siku, dan pergelangan kaki termasuk area yang dapat terkena kondisi ini.
Gabungan nyeri pada beberapa sendi, pembengkakan, dan kaku pagi hari perlu menjadi alasan untuk mencari pemeriksaan medis. Pemeriksaan sejak awal membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan RA atau jenis penyakit reumatik lain.
| Bagian yang Dapat Terdampak | Keluhan yang Disebutkan |
|---|---|
| Jari | Bengkak dan kaku, terutama saat pagi |
| Pergelangan tangan | Nyeri dan kekakuan |
| Lutut, bahu, siku | Dapat terkena saat peradangan berlanjut |
| Pergelangan kaki | Dapat ikut terdampak |
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menyatakan bahwa penyakit reumatik terdiri atas lebih dari 80 jenis penyakit. Di dalam kelompok itu terdapat osteoarthritis, gout, serta penyakit autoimun seperti RA dan lupus.
Perbedaan penyebab membuat cara menangani setiap penyakit sendi tidak dapat disamakan. Karena itu, keluhan berulang tidak seharusnya langsung diperlakukan sebagai nyeri biasa tanpa penelusuran lebih lanjut.
Risiko Bila Peradangan Terus Berjalan
RA yang tidak terkendali dapat membuat peradangan berlangsung terus-menerus. Dalam kondisi tertentu, kerusakan sendi dapat berkembang menjadi perubahan bentuk dan kecacatan permanen.
Risiko tersebut menjadi alasan pentingnya pengendalian penyakit, bukan sekadar penghilangan rasa nyeri. Terapi yang sesuai ditujukan untuk menjaga fungsi sendi dan mendukung aktivitas sehari-hari pasien.
“Tujuan pengobatan Rheumatoid Arthritis bukan sekadar menghilangkan rasa nyeri. Kita perlu mengendalikan penyakit dan mencegah kerusakan sendi agar pasien tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik,” kata Sandra, seperti dikutip Suara.com.
Pemeriksaan Tidak Bertumpu pada Satu Tes
Penetapan diagnosis RA tidak cukup dilakukan berdasarkan satu gejala atau satu hasil pemeriksaan laboratorium. Dokter mempertimbangkan riwayat keluhan, hasil pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan penunjang dapat meliputi Rheumatoid Factor atau RF, Anti-Citrullinated Protein Antibody atau ACPA, yang juga disebut anti-CCP, dan pencitraan bila diperlukan. Hasil RF negatif tidak otomatis menutup kemungkinan RA karena terdapat rheumatoid arthritis seronegatif.
Obat penghilang nyeri dapat meredakan keluhan untuk sementara waktu, tetapi tidak otomatis menangani penyebab peradangan. Sandra mengingatkan pasien agar tidak hanya bergantung pada obat pereda nyeri bila keluhan terus berulang.
Pemakaian obat tradisional juga memerlukan kehati-hatian jika kandungan dan keamanannya tidak jelas. Beberapa produk dapat mengandung kortikosteroid atau obat antiinflamasi tanpa informasi yang tercantum dengan jelas pada kemasannya.
“Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda,” ujar Sandra.
Keluhan pada jari saat pagi hari memang dapat mereda setelah bergerak, tetapi pola tersebut tetap perlu diperhatikan bila terjadi berulang. Pemeriksaan dini dapat membantu menemukan penyebab nyeri dan menentukan langkah penanganan yang tepat.






