Cedera ACL dapat muncul tanpa benturan langsung dengan orang lain. Putaran lutut mendadak, penghentian lari cepat, dan pendaratan yang keliru dapat memberi tekanan besar hingga ligamen mengalami cedera.
Kerentanan ini menjadi perhatian bagi perempuan karena mereka memiliki risiko cedera ACL lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Aktivitas fisik intensitas tinggi tetap dapat dilakukan, asalkan tubuh disiapkan dan gerakannya dikendalikan dengan baik.
ACL adalah ligamen yang membantu menjaga stabilitas lutut saat tubuh bergerak. Fungsinya dibutuhkan ketika seseorang berlari, melompat, berhenti, atau berpindah arah dalam waktu singkat.
Fase Gerak yang Perlu Dikendalikan
Pendaratan merupakan fase penting setelah tubuh melakukan lompatan. Saat berat badan kembali bertumpu pada kaki, lutut yang tidak stabil dapat menerima tekanan yang tidak diperlukan.
Perubahan arah cepat juga membutuhkan koordinasi yang baik antara otot, kaki, dan lutut. Kendali tersebut membantu tubuh tetap seimbang ketika harus merespons gerakan dinamis.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Christian Silas, Sp.OT, (K) AIFO-K, menjelaskan sejumlah kondisi yang dapat memicu masalah ini. “Cedera ACL ini terjadi karena ada satu gerakan memutar lutut yang tiba-tiba, pendaratan yang salah saat melompat, berhenti mendadak saat lari cepat, atau bisa karena tabrakan,” ujarnya.
Anatomi Turut Berperan
Perbedaan anatomi tubuh menjadi salah satu alasan mengapa perempuan lebih berisiko mengalami cedera pada ligamen lutut. Panggul yang lebih lebar dapat memengaruhi posisi kaki serta cara lutut menerima tumpuan ketika tubuh bergerak cepat.
Menurut dr. Silas dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Jakarta Pusat, struktur tersebut berkaitan dengan perbedaan posisi tubuh perempuan. Kompas.com turut melaporkan penjelasan mengenai pengaruh faktor anatomi terhadap risiko cedera ini.
Perbedaan struktur tubuh bukan berarti perempuan perlu menghindari olahraga yang melibatkan gerakan cepat. Hal yang dapat dilatih adalah kemampuan tubuh dalam menerima beban dan mempertahankan posisi lutut yang lebih aman.
Latihan untuk Mengurangi Tekanan
Pemanasan membantu menyiapkan otot sebelum tubuh menjalani aktivitas berintensitas tinggi. Tanpa kesiapan otot yang memadai, tubuh dapat lebih sulit menopang beban ketika harus berlari, melompat, atau berhenti.
Latihan kekuatan dan program fisioterapi dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan cedera ACL. Program tersebut berfokus pada pola gerak yang lebih tepat, termasuk teknik mendarat, berlari, dan menghentikan gerakan.
Latihan terarah membantu tubuh memahami cara bergerak dengan lebih terkendali tanpa mengurangi manfaat olahraga. Pendekatan ini relevan bagi atlet maupun masyarakat yang rutin melakukan aktivitas dengan gerakan dinamis.






