Dugaan Basis Alva N3 pada Cakra NX1 Membuka Detail Performa dan Pengisian

Cakra NX1, motor listrik nasional yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, dikaitkan dengan Alva N3 melalui kemiripan desainnya. Jika dugaan basis tersebut benar, kemampuan pengisian dan performa Alva N3 menjadi gambaran penting yang patut diperhatikan.

Alva N3 disebut mampu mencapai kecepatan hingga 80 km per jam. Dengan dua baterai, motor listrik ini memiliki jarak tempuh hingga 140 km.

Angka performa tersebut merupakan data untuk Alva N3, bukan spesifikasi yang telah dikonfirmasi bagi Cakra NX1. Informasi mengenai perbedaan teknis kedua nama itu belum tersedia.

Pilihan Pengisian Baterai

Alva N3 mendukung pengisian baterai pada daya 840 watt dan 500 watt. Waktu yang dibutuhkan berbeda sesuai daya pengisian yang digunakan.

Jenis PengisianDayaWaktu Pengisian
Pengisian baterai840 watt4 jam
Pengisian baterai500 wattKurang lebih 7 jam

Selain pengisian reguler, model tersebut memiliki fitur boost charge. Fitur ini memungkinkan daya baterai naik dari 10 persen menjadi 50 persen dalam kurang dari 30 menit di Alva Charging Station.

Ketersediaan boost charge bergantung pada lokasi pengisian yang disediakan Alva. Karena itu, fitur tersebut tidak dapat disamakan dengan pengisian di semua tempat.

Perangkat untuk Kebutuhan Harian

Alva N3 dibekali port USB untuk mengisi daya ponsel saat digunakan. Motor ini juga menyediakan bagasi serta kompartemen penyimpanan yang lega.

CNN Indonesia melaporkan bahwa N3 membawa panel instrumen digital dan teknologi anti-banjir sebagai perangkat standar. Sistem pengisiannya didukung Alva Intelligent Charging System atau AICS.

Rangkaian perangkat tersebut memperlihatkan alasan Alva N3 menjadi pembanding utama bagi Cakra NX1. Meski begitu, kemiripan visual belum cukup untuk memastikan seluruh fitur pada N3 juga dibawa oleh Cakra NX1.

Rekaman Peresmian Memperlihatkan Kemiripan

Dugaan hubungan antara kedua model muncul dari rekaman video peresmian di pabrik Alva. Tampilan bagian depan dan sisi samping Cakra NX1 disebut sangat mirip dengan Alva N3.

Kondisi itu memunculkan sebutan bahwa Cakra NX1 berpotensi menjadi rebadge Alva N3. Tidak ada keterangan yang menjelaskan apakah terdapat ubahan pada baterai, komponen, atau konfigurasi kendaraan.

Pengembangan Ekosistem Dalam Negeri

Pemerintah mendorong pengembangan motor listrik nasional dengan baterai berbasis nikel. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun rantai produksi dari pengolahan nikel sampai pembuatan cell battery dan battery pack.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan Indonesia memiliki 46 persen cadangan nikel dunia. Menurutnya, ketersediaan itu dapat mendukung pembangunan rantai produksi baterai sendiri di dalam negeri.

Rosan memperkirakan nilai pasar sektor motor listrik sekitar US$170 miliar atau setara Rp3.039,12 triliun dengan kurs Rp17.877. Sekitar 10 perusahaan nasional juga disebut telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri dari Kementerian Perindustrian.

Ekosistem Molinas melibatkan PT Len Industri dan Profesor Sigit dalam upaya mendorong standardisasi internasional. Penguatan standar tersebut diarahkan untuk memperluas daya saing kendaraan listrik Indonesia di tingkat regional dan global.

Baca Juga