Pemerintah menempatkan biodiesel B50, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW, dan hilirisasi sebagai bagian dari arah transformasi ekonomi. Agenda tersebut disiapkan untuk memperkuat kemandirian nasional di tengah perubahan geopolitik, perkembangan AI, dan ancaman perubahan iklim.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pengisian kemerdekaan harus diwujudkan lewat kebijakan serta koordinasi yang menghasilkan manfaat nyata. Pesan itu ia sampaikan pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Program Transformasi untuk 2027
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan 10 program transformasi untuk 2027 guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Kemenko Perekonomian memiliki peran koordinasi dalam pelaksanaan sejumlah agenda tersebut.
Program yang disebut meliputi Bursa Komoditas Indonesia dan optimalisasi aset BUMN. Selain itu, terdapat rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW serta pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia.
Agenda transformasi juga mencakup development management dan elektrifikasi kendaraan. Pemerintah turut memasukkan program dwi kewarganegaraan terbatas bagi talenta istimewa serta keahlian strategis.
Kemandirian energi menjadi perhatian dalam arah kebijakan tersebut. Penerapan biodiesel B50 diposisikan sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Hilirisasi dan Diplomasi Perdagangan
Penguatan industri melalui hilirisasi tetap menjadi salah satu instrumen utama pemerintah. Liputan6.com melaporkan terdapat 26 proyek hilirisasi yang telah dicanangkan dan sedang berjalan.
Pemerintah juga melanjutkan diplomasi ekonomi untuk memperluas kesempatan kerja sama perdagangan. Indonesia telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang berlaku dan 13 perjanjian lain masih berada dalam tahap perundingan.
Menurut Airlangga, ketahanan ekonomi dan stabilitas nasional merupakan dasar penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Kedua hal itu menjadi semakin relevan ketika Indonesia menghadapi perubahan yang datang dari berbagai arah.
Modal Pertumbuhan dan Penyerapan Kerja
Agenda transformasi tersebut berjalan dengan dukungan sejumlah indikator ekonomi yang disampaikan pemerintah. Tingkat Pengangguran Terbuka berada di level 4,65% pada Mei 2026, sementara tingkat kemiskinan tercatat 8,07%.
| Indikator | Capaian | Periode |
|---|---|---|
| Pengangguran terbuka | 4,65% | Mei 2026 |
| Tingkat kemiskinan | 8,07% | 2026 |
| Realisasi investasi | Rp1.040,6 triliun | Semester I-2026 |
| Lapangan kerja baru | Sekitar 1,4 juta | Semester I-2026 |
Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.040,6 triliun. Nilai tersebut disebut telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Pemerintah terus mengarahkan stimulus untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan momentum pertumbuhan. Airlangga menekankan bahwa hasil kebijakan harus dapat dirasakan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BerAKHLAK sebagai Dasar Aparatur
Airlangga meminta seluruh jajaran Kemenko Perekonomian menjalankan nilai dasar ASN BerAKHLAK. Nilai itu mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Ia menyatakan regulasi dan koordinasi antarinstansi tidak sekadar pekerjaan administratif. “Setiap regulasi yang dirumuskan, setiap koordinasi yang dijalankan, adalah bentuk perjuangan nyata untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujar Airlangga.
Pada upacara tersebut, pemerintah menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 20 PNS di lingkungan Kemenko Perekonomian. Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia itu diberikan atas kesetiaan dan pengabdian selama 20 hingga 30 tahun.
Airlangga turut menyampaikan dukacita bagi warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia berharap proses penanganan dan pemulihan dapat berlangsung lancar bagi masyarakat di daerah terdampak.






