Asing Masuk Saat BBCA Melemah, Level Rp 6.400 Kini Jadi Perhatian

Investor asing membukukan beli bersih Rp 2,4 miliar pada saham BBCA ketika harga justru melemah pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Pada hari itu, saham PT Bank Central Asia Tbk ditutup turun 0,39 persen ke Rp 6.350.

Arus dana asing tersebut muncul di tengah koreksi BBCA yang telah mencapai 21,3 persen sejak awal tahun. Dalam konteks itu, proyeksi kenaikan jangka pendek menuju Rp 6.375 hingga Rp 6.400 menjadi perhatian pasar.

Beli Bersih di Tengah Koreksi Panjang

Data Stockbit mencatat transaksi beli bersih asing pada BBCA senilai Rp 2,4 miliar dalam sesi Jumat. Aktivitas tersebut terjadi ketika saham perbankan ini masih mengalami pelemahan dalam ukuran bulanan dan tahunan.

Dalam satu bulan terakhir, harga BBCA turun 1,9 persen. Penurunan sejak awal tahun tercatat jauh lebih dalam, yakni 21,3 persen.

Meski demikian, pergerakan selama sepekan menunjukkan catatan berbeda. BBCA masih naik 0,79 persen dalam rentang tersebut, meskipun menutup perdagangan terakhir dengan pelemahan.

Periode atau IndikatorData BBCAMakna Pergerakan
Penutupan 14 Agustus 2026Rp 6.350Turun 0,39 persen
SepekanNaik 0,79 persenKinerja jangka pendek
SebulanTurun 1,9 persenTekanan bulanan
Sejak awal tahunTurun 21,3 persenKoreksi tahunan berjalan
Beli bersih asingRp 2,4 miliarSesi Jumat, 14 Agustus 2026

Proyeksi Harga dari CGS

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan pandangan spec buy untuk BBCA pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Rekomendasi itu memakai area Rp 6.250 hingga Rp 6.300 sebagai support.

Untuk arah penguatan jangka pendek, CGS menempatkan Rp 6.375 sampai Rp 6.400 sebagai resistance. Jarak target tersebut berada di atas posisi penutupan BBCA pada Jumat lalu.

Dalam rekomendasinya, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan, “BBCA spec buy dengan support 6.250-6.300, potensi naik ke 6.375-6.400 short term.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus analisis berada pada pergerakan harga jangka pendek.

Posisi Rp 6.350 membuat BBCA berada di antara zona support dan resistance yang dipetakan. Karena itu, area Rp 6.375-Rp 6.400 menjadi kisaran yang akan diamati bila harga bergerak menguat.

Dua Batas yang Menjadi Acuan

Support Rp 6.250-Rp 6.300 dicatat sebagai batas bawah teknikal dalam rekomendasi CGS. Area ini membedakan ruang penurunan dengan peluang harga bergerak kembali ke kisaran resistance.

Resistance Rp 6.375-Rp 6.400 menjadi target penguatan yang disebut dalam pandangan tersebut. Pelaku pasar juga akan memperhatikan apakah pergerakan BBCA dapat mendekati area itu setelah penutupan Rp 6.350.

Beli bersih asing memberi tambahan data pada sesi ketika harga saham melemah. Namun, catatan penurunan sebulan dan koreksi sejak awal tahun tetap menjadi bagian dari gambaran pergerakan BBCA.

Perhatian pada perdagangan Selasa akan tertuju pada respons harga terhadap kedua batas teknikal tersebut. Arah BBCA akan dipantau dari kemampuannya menjaga support atau bergerak menuju resistance yang telah ditetapkan.

Baca Juga