Utang Andrea membesar dari satu juta peso menjadi lima juta peso hanya dalam beberapa bulan setelah pembayaran tertunda. Lonjakan itu menggambarkan tekanan yang dihadapi banyak warga Argentina ketika biaya hidup dan bunga pinjaman berjalan bersamaan.
Andrea, ibu berusia 32 tahun, mengambil pinjaman setelah toko alat tulis tempatnya bekerja ditutup. Ia berniat membangun usaha katering, tetapi pembelian oven baru justru memperumit kondisi keuangannya.
“Saya menunggak bayar tagihan, dan dalam beberapa bulan utang itu membengkak hingga terlalu besar untuk dilunasi,” ujar Andrea. Keterlambatan pembayaran membuat kewajiban bertambah lebih cepat daripada kemampuannya untuk melunasi pinjaman.
Pilihan sulit di tengah kebutuhan dasar
Banyak keluarga di Argentina kini harus memilih antara memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar cicilan. Perpanjangan masa pelunasan tidak selalu mengurangi beban karena nilai tagihan dapat tetap meningkat.
Claudia Debaste, ibu tunggal berusia 40 tahun yang bekerja di kantor dengan gaji rendah, menghadapi tekanan serupa. Ia membayar utilitas, transportasi, kebutuhan pokok, obat-obatan, serta kartu kredit dari pendapatan yang terbatas.
Debaste mulai menunggak empat bulan lalu dan sedang berusaha menjadwalkan ulang utangnya. “Saya tidur dan bangun dengan memikirkan bagaimana cara melunasinya,” katanya mengenai tagihan kartu kredit.
Jutaan peminjam tercatat bermasalah
Kasus perorangan tersebut terjadi dalam skala yang lebih luas. Bank Sentral Argentina mencatat sekitar 21 juta orang dari 46 juta penduduk memiliki utang dalam berbagai bentuk.
| Indikator | Jumlah | Penjelasan |
|---|---|---|
| Populasi Argentina | 46 juta orang | Total penduduk |
| Pemilik utang | 21 juta orang | Menggunakan berbagai bentuk pinjaman |
| Penunggak lebih dari 90 hari | 5,8 juta orang | Keterlambatan pembayaran utang |
| Porsi kredit dominan bermasalah | Lebih dari 70 persen | Pinjaman pribadi dan kartu kredit |
Center for Argentine Political Economy melaporkan pinjaman pribadi dan kartu kredit mencakup lebih dari 70 persen dari seluruh pinjaman bermasalah. Jumlah tunggakan itu disebut menjadi yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Data tersebut menunjukkan bahwa risiko tidak terbatas pada kredit bernilai besar. Peminjam dengan kewajiban kecil juga menghadapi bunga yang terus menambah total tagihan saat cicilan terlambat dibayar.
Inflasi terkendali, pengeluaran tetap berat
Pemerintahan Javier Milei menerapkan kebijakan efisiensi dengan pemangkasan subsidi sebagai bagian dari upaya mengendalikan inflasi. Pengurangan subsidi transportasi, gas, obat-obatan, dan kebutuhan pokok kemudian menambah biaya yang harus ditanggung rumah tangga.
Presiden Banco Provincia di Buenos Aires Juan Cuattromo menolak pandangan bahwa warga sepenuhnya bertanggung jawab atas utang yang melampaui kemampuan bayar mereka. Menurutnya, tunggakan berkaitan dengan “konteks makroekonomi yang memperburuk pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi.”
Milei memberikan respons yang lebih keras dalam sebuah wawancara mengenai utang masyarakat. “Apakah ada yang menodongkan senjata ke kepala mereka untuk memaksa mereka berutang?” tanyanya.
Kredit digital ikut menjadi sorotan
Krisis ini berkembang saat akses kredit dari dompet digital semakin mudah diperoleh. Mercado Pago, unit pembayaran digital Mercado Libre, menyediakan akses uang tunai instan, termasuk untuk remaja berusia 13 tahun.
Gabriel Solano dari Workers’ Party mengajukan gugatan pidana terhadap CEO Mercado Libre Marcos Galperin atas tuduhan praktik rentenir. Dalam unggahannya di platform X, Solano menyatakan total biaya keuangan efektif pinjaman Mercado Pago mencapai 1.375 persen.
Perkara tersebut memperkuat perdebatan tentang perlindungan bagi peminjam di tengah meningkatnya kebutuhan uang tunai. Pengendalian inflasi belum serta-merta mengakhiri masalah rumah tangga yang harus mengejar tagihan dan bunga pinjaman.






