Kebutuhan data center AI diperkirakan menyerap sekitar 70 persen dari total produksi memori global sepanjang 2026. Tekanan pasokan ini ikut mendorong kenaikan harga GPU, dari model gaming Nvidia hingga RTX Pro 6000 Blackwell untuk workstation.
IDC memperkirakan penyerapan memori dalam skala besar tersebut akan membatasi pasokan untuk perangkat lain. Dampaknya terlihat pada harga kartu grafis yang terus bergerak naik hingga Agustus 2026.
Memori memiliki peran besar dalam struktur biaya GPU kelas atas. DRAM dan GDDR7 disebut menyumbang lebih dari 80 persen biaya komponen, sehingga kenaikan harganya dapat langsung mengerek banderol produk akhir.
Situasi itu membuat masalah harga tidak hanya terjadi pada RAM. Kartu grafis berkapasitas memori besar, baik untuk komputasi profesional maupun gaming, turut terkena dampaknya.
RTX Pro 6000 Blackwell Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Contoh paling tajam terlihat pada RTX Pro 6000 Blackwell yang kini dibanderol 16.000 dollar AS pada Agustus 2026. Saat pre-order dibuka pada awal 2025, GPU workstation Nvidia ini dipasarkan sekitar 7.600 dollar AS.
Dengan demikian, kenaikan harganya mencapai sekitar 110 persen. Tekno Kompas yang menghimpun informasi dari TechSpot mencatat harga tersebut telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai awal pemasarannya.
GPU ini dibekali memori 96GB dan dirancang untuk kebutuhan workstation. Pemakaiannya mencakup rendering efek visual, desain tiga dimensi, simulasi teknik, serta pelatihan model AI skala kecil hingga menengah.
Karena digunakan untuk pekerjaan dengan kebutuhan komputasi dan memori besar, kenaikan harga tersebut dapat membebani pengadaan perangkat di studio kreatif. Pelaku komputasi profesional juga perlu menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk GPU kelas atas.
| Model GPU | Harga Awal | Harga atau Perubahan Terkini | Perubahan Harga |
|---|---|---|---|
| RTX Pro 6000 Blackwell | 7.600 dollar AS | 16.000 dollar AS | Naik sekitar 110 persen |
| RTX 5090 | 1.999 dollar AS | Rata-rata 4.700 dollar AS | Hampir 2,4 kali lipat |
| RTX 5080 | 999 dollar AS | – | Naik 15-20 persen |
| RTX 5070 Ti | 749 dollar AS | – | Naik 15-20 persen |
| RTX 5060 Ti 16GB | 429 dollar AS | – | Naik 15-20 persen |
Segmen Gaming Juga Terdorong
RTX 5090 memperlihatkan bahwa lonjakan juga terjadi pada pasar konsumer. GPU yang diluncurkan dengan harga 1.999 dollar AS itu kini memiliki harga rata-rata sekitar 4.700 dollar AS di pasar Amerika Serikat.
Nilai tersebut hampir 2,4 kali lipat dari harga peluncurannya. RTX 5080 juga mengalami kenaikan sekitar 15-20 persen dari harga awal 999 dollar AS.
Di bawahnya, RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16GB disebut naik pada kisaran 15-20 persen. Harga awal kedua model itu masing-masing berada di angka 749 dollar AS dan 429 dollar AS.
AMD turut menghadapi tekanan serupa melalui RX 9070 XT. GPU yang awalnya dijual 599 dollar AS itu telah mengalami dua kali kenaikan harga dengan total sekitar 10-15 persen sejak diluncurkan.
Penyesuaian Harga Terjadi Sejak Awal Tahun
ASUS menjadi perusahaan pertama yang mengonfirmasi penyesuaian harga pada 5 Januari 2026. Nvidia kemudian menaikkan harga jajaran RTX seri 50 pada Februari 2026.
Pada 13 Mei 2026, Nvidia juga disebut telah memberi tahu mitra produksinya mengenai kenaikan harga RTX 5090 sebesar 300 dollar AS. Harga di pasar terus meningkat setelah pemberitahuan tersebut hingga Agustus 2026.
Peneliti ilmu komputer Daniel Lemire menyebut lonjakan harga memori sebagai “anomali sejarah”. Ia menilai kondisi ini memutus tren penurunan harga komponen memori yang stabil dan eksponensial selama puluhan tahun.






