Tokyo Naik Pitam saat Putin Datang ke Iturup, Pulau yang Jadi Ganjalan Damai

Tokyo melayangkan protes keras setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Pulau Iturup, wilayah yang diklaim Jepang sebagai bagian dari Wilayah Utara. Kunjungan tersebut kembali mengangkat sengketa lama yang menghambat perdamaian formal antara Rusia dan Jepang sejak Perang Dunia II.

Bagi Tokyo, kehadiran Putin di pulau itu bukan sekadar kunjungan ke daerah Rusia. Iturup, yang disebut Jepang sebagai Etorofu, berada di pusat perbedaan mendasar kedua negara mengenai kedaulatan Kepulauan Kuril.

Pulau Sengketa dalam Agenda Timur Jauh

Putin datang ke Iturup setelah memantau latihan militer Angkatan Laut Rusia di wilayah timur jauh. Menurut kantor berita Rusia TASS, perjalanan itu menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Rusia di kawasan Pasifik.

Di pulau tersebut, pemimpin Kremlin mengunjungi pabrik pengolahan ikan Yasny. Agenda ini menampilkan sisi ekonomi lokal di tengah perhatian diplomatik terhadap status wilayah itu.

Vesti TV menayangkan Putin yang mengenakan jas gelap saat mengamati tuna dan halibut berukuran besar di atas meja. Dua pejabat di lokasi menerangkan tentang industri perikanan dan pola migrasi ikan.

Putin turut mencicipi telur ikan lokal serta menyapa warga Iturup. Dalam percakapan singkat, ia memuji cuaca pulau tersebut dengan menyebutnya sudah seperti tempat rekreasi.

“Betapa indahnya cuaca di sini, sudah seperti tempat rekreasi,” kata Putin. Seorang perempuan setempat yang berusia sekitar 30-an menjawab, “Dan kami kira Anda yang mengaturnya.”

Sikap Tegas Pemerintah Jepang

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyampaikan keberatan negaranya melalui unggahan di platform X. Ia menyatakan Wilayah Utara, termasuk Etorofu, merupakan wilayah inheren Jepang berdasarkan sejarah dan hukum internasional.

“Jepang memprotes keras kunjungan ini,” tulis Motegi. Sikap itu menegaskan bahwa Tokyo tetap menolak tindakan Rusia yang dipandang memperkuat kehadirannya di kawasan sengketa.

Reuters, sebagaimana dikutip Kompas.com, melaporkan protes Tokyo disampaikan segera setelah kabar kunjungan Putin muncul. Reaksi tersebut memperlihatkan sengketa Pulau Iturup tetap menjadi isu yang sangat peka dalam hubungan bilateral.

Perjanjian Damai yang Tak Pernah Terwujud

Perselisihan atas kepulauan di dekat Hokkaido itu berlangsung lama dan belum mencapai jalan keluar politik. Sengketa tersebut disebut sebagai alasan utama Rusia dan Jepang belum pernah meneken perjanjian damai formal setelah Perang Dunia II.

Jepang menggunakan sebutan Wilayah Utara untuk kawasan yang diperselisihkan, sedangkan Rusia menempatkan Iturup sebagai bagian dari Kepulauan Kuril. Perbedaan posisi ini terus menjadi hambatan bagi normalisasi hubungan kedua negara.

Kunjungan Putin juga berlangsung sehari setelah Korea Utara menguji coba rudal balistik ke perairan timur Semenanjung Korea. Uji coba itu dilakukan beberapa hari sebelum latihan militer gabungan berskala besar Korea Selatan dan Amerika Serikat dimulai.

Latar keamanan kawasan membuat aktivitas Rusia di timur laut Asia mendapat perhatian lebih besar. Namun, protes Jepang menunjukkan sengketa Kuril tetap menjadi sumber ketegangan tersendiri yang belum mereda.

Baca Juga