Makam Klasik di Turki Simpan Koin Pegulat, Tulang Jadi Kunci Membuka Misteri

Kerangka dalam peti batu dari periode Klasik ditemukan bersama koin yang menampilkan dua pegulat di Aspendos, Turki. Benda itu memberi dugaan menarik tentang seorang atlet kuno, tetapi identitas jenazah belum dapat dipastikan.

Kunci untuk menjawab misteri tersebut justru berada pada kondisi fisik tulang, bukan hanya pada gambar koin. Analisis lanjutan diperlukan untuk melihat apakah kerangka menyimpan jejak cedera atau aktivitas yang berkaitan dengan olahraga.

Petunjuk Atlet Masih Berupa Dugaan

Sarah E. Bond, sejarawan dari University of Iowa, menilai simbol pegulat pada koin belum dapat dijadikan bukti tunggal. Ia tidak terlibat dalam penemuan tersebut dan mengingatkan bahwa mata uang pada masa kuno beredar luas di tengah masyarakat.

Artinya, sebuah koin dengan gambar olahraga dapat hadir dalam kuburan tanpa menunjukkan pekerjaan orang yang dimakamkan. Koin itu mungkin mencerminkan hubungan budaya, nilai ekonomi, atau pilihan benda kubur yang belum sepenuhnya dipahami.

Bond menyebut bekas patah tulang hidung yang telah menyatu sebagai salah satu kondisi yang berpotensi memberikan petunjuk. Tanda fisik semacam itu dapat membantu peneliti menilai kemungkinan riwayat aktivitas atletik pada individu tersebut.

Para arkeolog juga perlu memeriksa artefak lain yang ditemukan di dalam peti mati batu. Gabungan antara bukti biologis dan konteks pemakaman akan lebih kuat daripada penafsiran terhadap satu objek saja.

Rincian Temuan dari Area Pemakaman

Penggalian dilakukan di salah satu area pemakaman yang berada di luar wilayah Aspendos. Jenazah ditempatkan dalam peti mati batu berbentuk kotak bersama sejumlah artefak yang sedang diteliti.

Unsur TemuanRincianKeterangan Waktu
LokasiArea pemakaman di luar AspendosTurki
KerangkaBerada dalam peti mati batu berbentuk kotakPeriode Klasik
KoinMenampilkan gambar dua pegulatDicetak lebih dari satu abad
Usia makamDiperkirakan 475 hingga 300 SMSebelum abad kedua Masehi

Rentang 475 hingga 300 SM menempatkan pemakaman itu pada masa Klasik Aspendos. Makam tersebut lebih tua daripada stadion besar kota yang baru dibangun pada abad kedua Masehi.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy menyatakan bahwa koin serta artefak lain menjadi petunjuk penting mengenai kemungkinan kaitan jenazah dengan olahraga. Ia menyebut penghuni makam mungkin terlibat dalam dunia olahraga atau bahkan seorang pegulat.

Warisan Gulat di Kota Aspendos

Aspendos berada di barat daya Turki, sekitar 16 kilometer dari pesisir Laut Tengah. Kota Greco-Roman itu didirikan oleh pemukim Yunani pada abad kelima SM.

Tradisi olahraga menempati posisi menonjol dalam kehidupan kota tersebut. Aspendos memiliki gimnasium Yunani berukuran besar dan stadion yang dapat menampung hingga 8.000 penonton.

Stadion itu digunakan untuk menyaksikan perlombaan lari, lempar lembing, serta gulat. Hubungan kota dengan gulat juga terlihat dari stater perak yang menampilkan dua pegulat pada salah satu sisinya.

Arkeolog Koç University, Oğuz Tekin, dalam studi tahun 2000 menilai pencetakan koin selama lebih dari satu abad menunjukkan pentingnya gulat bagi sejarah dan kebudayaan Aspendos. Latar itu menjadikan koin di dalam makam sebagai petunjuk bernilai, meski belum cukup untuk menetapkan identitas pemilik kerangka.

Penelitian atas tulang dan artefak pemakaman dapat memperluas pemahaman tentang kehidupan sosial Aspendos pada periode Klasik. Hasilnya akan menentukan apakah makam tersebut benar-benar milik seorang atlet atau merekam praktik ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga