Dua puluh mahasiswa dan pelajar asal Jepang tidak hanya menyaksikan pesta kemerdekaan di Kampung Suarna, Serang. Mereka turun langsung mengikuti lomba makan kerupuk, balap karet gelang, dan estafet sedotan bersama warga.
Keterlibatan mereka membuat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 terasa sebagai perjumpaan budaya di tengah permainan rakyat. Di Desa Batukuwung, warga dan peserta Jepang berbaur tanpa sekat sepanjang kegiatan berlangsung.
Para peserta Jepang berada di kampung tersebut dalam rangka bakti sosial yang dijadwalkan pada 13-23 Agustus 2026. Program itu juga melibatkan pembangunan jembatan serta kegiatan pertukaran budaya dengan pelajar dan masyarakat.
Bakti Sosial Beriringan dengan Pesta Kemerdekaan
Kegiatan di Kampung Suarna merupakan hasil kerja bersama warga, relawan Fesbuk Banten News, dan relawan Jepang dari The Global Organization of Dreamers atau GOOD!. Mahasiswa KKM Kelompok 2 Desa Batukuwung Universitas Banten Jaya turut dilibatkan dalam penyelenggaraan acara.
Momentum perayaan kemerdekaan memberi kesempatan bagi peserta Jepang untuk mengenal aktivitas warga di Padarincang. Mereka juga mencicipi makanan khas daerah dan tumpeng dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Direktur Relawan Fesbuk Banten, Lulu Jamaludin, menyebut kehadiran relawan Jepang memperluas makna kebersamaan dalam perayaan. Menurutnya, para peserta dapat melihat langsung semangat warga dalam merayakan hari kemerdekaan.
“Mereka melihat langsung bagaimana masyarakat Padarincang merayakan HUT RI dengan penuh semangat. Mereka juga mencicipi makanan khas daerah dan tumpeng,” kata Lulu.
| Rangkaian kegiatan | Pihak yang terlibat | Keterangan |
|---|---|---|
| Lomba rakyat | Warga dan peserta Jepang | Makan kerupuk, balap karet gelang, estafet sedotan |
| Bakti sosial | 20 relawan Jepang | Berlangsung 13-23 Agustus 2026 |
| Hiburan anak | Komunitas Banten Ceria | Ice breaking, tari bersama, dan pantomim |
Anak-anak Turut Mendapat Ruang Bermain
Di luar arena perlombaan, Komunitas Banten Ceria menghadirkan hiburan bagi anak-anak Kampung Suarna. Kegiatan meliputi ice breaking, menari bersama, dan pertunjukan pantomim.
Aktivitas tersebut menambah pilihan kegiatan dalam pesta rakyat bagi kelompok usia yang berbeda. Sambutan warga disebut antusias karena lingkungan kampung dipenuhi permainan dan hiburan bersama.
Warga Kampung Suarna, Doel Rafli, mengatakan perayaan tahun ini memiliki suasana yang berbeda. Ia mengaitkan perubahan itu dengan kehadiran peserta Jepang yang sedang menjalankan kegiatan sosial di kampungnya.
“Kemeriahan di Kampung Suarna tahun ini berbeda. Lomba juga diikuti warga Jepang yang kebetulan sedang menggelar bakti sosial di kampung kami,” ujar Doel.
Setelah kegiatan siang hari, relawan Jepang mendapat undangan dari Kecamatan Padarincang untuk menghadiri malam anugerah. Undangan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di wilayah tersebut.
Lomba-lomba sederhana tetap menjadi titik temu penting bagi warga dalam memperingati kemerdekaan. Kali ini, permainan itu juga mempertemukan masyarakat Kampung Suarna dengan relawan Jepang dalam suasana yang akrab.






