Target Medali di New Delhi, Raymond/Joaquin Menolak Tunduk pada Nama Besar

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin datang ke New Delhi dengan target medali, meski Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 akan menjadi penampilan pertama mereka di level senior. Pasangan ini menolak menjadikan nama besar lawan sebagai beban sebelum bertanding.

Bagi Joaquin, kualitas permainan sendiri akan menentukan sejauh mana langkah mereka di turnamen tersebut. “Enggak ada (lawan terberat). Musuh terberat diri sendiri,” ujar Joaquin saat berada di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Pernyataan itu menggambarkan cara Raymond/Joaquin membaca persaingan yang akan mereka hadapi. Mereka memusatkan persiapan pada ketahanan mental dan kemampuan menjaga performa dari satu laga ke laga berikutnya.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17-23 Agustus di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India. Raymond/Joaquin masuk dalam daftar tiga wakil Indonesia untuk sektor ganda putra.

Ambisi tinggi itu dibawa setelah pasangan tersebut menunjukkan hasil penting dalam dua turnamen berbeda. Mereka menjuarai Australia Open 2025 dan mencapai partai puncak Indonesia Open 2026.

AjangCapaianLawan di Laga Akhir
Australia Open 2025JuaraFajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
Indonesia Open 2026Runner-upGoh Sze Fei/Nur Izzuddin

Di Australia Open 2025, Raymond/Joaquin berhasil menundukkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam final. Hasil itu menjadi salah satu modal penting sebelum mereka memasuki persaingan dunia senior.

Mereka kembali memperlihatkan daya saing saat tampil pada Indonesia Open 2026. Dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, langkah Raymond/Joaquin baru berhenti di final setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin tampil lebih unggul.

Joaquin menilai peta kekuatan di kejuaraan dunia tidak berbeda jauh dari rangkaian turnamen BWF yang telah dimainkan sebelumnya. Penilaian itu membuat mereka memilih menghadapi setiap pertandingan tanpa menaruh fokus berlebihan kepada satu pasangan tertentu.

Usia muda juga tidak dipandang sebagai alasan untuk menurunkan sasaran. Joaquin percaya gelar harus dikejar ketika peluang terbuka, bukan menunggu pengalaman bertambah.

“Kalau dari saya bukan karena mudanya. Misalkan bisa (juara) sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur?” kata Joaquin.

Keinginan itu memiliki latar pribadi bagi Joaquin karena ia pernah mengikuti Kejuaraan Dunia junior pada nomor individual. Kegagalan pada ajang tersebut mendorongnya mencoba mengincar hasil yang lebih baik saat sudah tampil di level senior.

Menurut Joaquin, medali Kejuaraan Dunia memiliki arti khusus karena status turnamennya yang bergengsi. “Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di yang senior,” katanya, seperti dikutip detik.com.

Di dalam negeri, persaingan antar-pasangan ganda putra Indonesia dinilai membawa pengaruh positif. Pencapaian satu pasangan dapat menjadi motivasi bagi pasangan lain untuk mengejar standar yang lebih tinggi.

Raymond/Joaquin pun ingin menjaga fokus pada proses yang sudah dijalani menjelang perjalanan ke India. “Apa pun hasilnya di Kejuaraan Dunia nanti, yang pasti kita sudah lakukan yang terbaik di latihan dan itu hasilnya nanti,” tegas Joaquin.

Baca Juga