Kulit Mengeras hingga Jari Membengkak, Ini Tanda Rematik yang Tak Boleh Diabaikan

Kulit yang mengeras, jari membengkak seperti sosis, serta mata dan mulut kering dapat menyertai nyeri sendi. Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi petunjuk adanya penyakit rematik autoimun, bukan sekadar encok biasa.

Penyakit ini dapat melibatkan lebih dari satu bagian tubuh. Peradangan kronis berisiko memengaruhi persendian, kulit, kelenjar penghasil kelembapan, jantung, dan paru.

Tanda Berbeda pada Setiap Kondisi

Perubahan pada kulit merupakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan pada skleroderma. Kulit dapat mengeras, berubah lebih gelap, atau muncul bercak putih pada area tertentu.

Area kulit yang terkena dapat menjadi kaku dan sulit dicubit, sehingga gerak tubuh ikut terbatas. Bahaya skleroderma tidak berhenti pada perubahan permukaan kulit karena penyakit ini dapat menyerang jantung serta paru.

Sementara itu, Sindrom Sjogren terutama menyerang kelenjar yang menghasilkan kelembapan alami. Mata dan mulut yang kering dalam waktu berkepanjangan, disertai nyeri sendi, perlu menjadi perhatian saat berkonsultasi.

Keterbukaan mengenai keluhan yang muncul membantu dokter melihat pola penyakit secara lebih lengkap. Pendeteksian yang tepat diperlukan sebelum terjadi kerusakan kelenjar yang lebih berat.

KondisiGejala khasDampak yang perlu diwaspadai
SklerodermaKulit keras, gelap, atau bercak putihGangguan pada jantung dan paru
Sindrom SjogrenMata kering, mulut kering, nyeri sendiKerusakan kelenjar
Arthritis PsoriatikJari seperti sosis dan nyeri tendonPeradangan yang dapat berujung kecacatan
Rheumatoid ArthritisNyeri dan radang sendiRisiko gangguan jantung

Psoriasis dan Bengkak pada Jari

Psoriasis pada kulit dapat berkaitan dengan radang sendi yang disebut arthritis psoriatik. Menurut dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, sekitar sepertiga pasien psoriasis dapat mengalami encok atau peradangan persendian.

Dactylitis menjadi salah satu tanda yang mudah terlihat pada kondisi ini. Jari dapat membengkak hingga tampak menyerupai sosis.

Pasien juga dapat merasakan nyeri di tulang belakang dan pada tendon Achilles di belakang tumit. Peradangan sendi pada arthritis psoriatik dapat berujung pada kecacatan bila tidak tertangani.

Risiko yang Tersembunyi di Balik Nyeri Sendi

Rheumatoid Arthritis atau RA merupakan penyakit yang dapat merusak tulang dan persendian. Inflamasi yang terus berlangsung tanpa pengobatan juga berkaitan dengan risiko gangguan jantung.

Dr. Sandra, Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, mengingatkan bahwa rematik kerap dipandang tidak berbahaya. “Sudah menjadi kebiasaan kita, rematik ini sering disepelekan karena dianggap, ‘Oh, ya cuma rematik kok, enggak membahayakan nyawa,’” ujarnya di Kabupaten Tangerang.

Ia menekankan bahwa RA yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko gangguan jantung di kemudian hari. Inflamasi kronis yang tidak teratasi juga dapat meningkatkan risiko kematian prematur.

Keluhan Berulang Perlu Diperhatikan

Nyeri dan kekakuan sendi memang dapat membatasi aktivitas sehari-hari. Namun, adanya gejala penyerta dapat menunjukkan bahwa peradangan berlangsung lebih luas di dalam tubuh.

Keluhan berulang yang disertai perubahan kulit, kekeringan pada mata atau mulut, serta pembengkakan jari tidak semestinya dianggap pegal biasa. Pengenalan kondisi autoimun sejak keluhan awal penting untuk mencegah dampak yang lebih berat pada organ dan jaringan tubuh.

Baca Juga