Korea Selatan sedang memperluas taruhan ekonominya melampaui industri semikonduktor dan kecerdasan buatan. Pemerintah menyiapkan tujuh bidang strategis yang mencakup Bulan, komputer kuantum, energi, bioteknologi, hingga mineral kritis.
Strategi bernama Seven Major SEED itu dirancang untuk menjawab tekanan jangka panjang berupa menyusutnya populasi usia kerja dan perlambatan potensi pertumbuhan. Presiden Lee Jae Myung menilai pilihan teknologi saat ini akan menentukan posisi Korea Selatan pada masa depan.
Salah satu sasaran paling dekat adalah pembangunan prosesor domestik 100 qubit yang memiliki koreksi kesalahan pada 2029. Setelah itu, Seoul ingin menjadi salah satu pemain terdepan dalam manufaktur chip kuantum pada 2035.
Keandalan Menjadi Kunci Chip Kuantum
Target Komputasi Kuantum tersebut tidak berhenti pada peningkatan angka qubit. Pemerintah memasukkan teknologi koreksi kesalahan karena qubit sangat rentan terhadap gangguan yang dapat mengacaukan hasil pemrosesan.
Qubit merupakan unit dasar informasi pada komputer kuantum dan dapat berada dalam kombinasi keadaan kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, karakter qubit membuka kemampuan komputasi lain tetapi menuntut sistem yang lebih andal.
Ambisi teknologi Seoul juga bergerak ke sektor antariksa. Korea Selatan menargetkan pendaratan pertama di Bulan pada 2030 dan misi pendaratan kedua pada 2032.
Program itu tidak dimulai dari titik nol karena wahana Danuri telah dikirim ke orbit Bulan pada 2022. Misi tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat kemampuan eksplorasi Bulan secara mandiri.
| Sektor | Sasaran Utama | Tenggat |
|---|---|---|
| Komputasi kuantum | Prosesor domestik 100 qubit dengan koreksi kesalahan | 2029 |
| Antariksa | Pendaratan pertama di Bulan | 2030 |
| Bioteknologi | Pembangunan infrastruktur AI-bio | 2030 |
| Antariksa | Pendaratan kedua di Bulan | 2032 |
| Energi nuklir | Komersialisasi SMR domestik | 2035 |
Ekosistem Antariksa yang Lebih Luas
Pemerintah ingin menjadikan sektor antariksa sebagai basis aktivitas industri, bukan hanya penelitian. Pengembangan jaringan komunikasi satelit orbit rendah Bumi secara mandiri ditargetkan rampung pada 2035.
Rencana ini juga mencakup teknologi pusat data di luar angkasa serta peningkatan peran dalam pengembangan pesawat komersial generasi berikutnya. Arah tersebut menunjukkan bahwa layanan komunikasi dan teknologi antariksa dipandang sebagai peluang ekonomi baru.
Di bidang energi, Korea Selatan membidik komersialisasi small modular reactor atau SMR dalam negeri pada 2035. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan SMR non-light-water pada dekade 2030-an.
Agenda energi bersih meliputi pembangkitan listrik berbasis fusi pada akhir 2030-an, sel surya ultraefisien, angin lepas pantai, hidrogen, serta jaringan listrik berbasis AI. Seluruhnya ditempatkan bersama dalam kerangka teknologi strategis nasional.
AI Masuk ke Laboratorium dan Kesehatan
Bidang AI-bio diarahkan untuk mendukung penemuan obat, laboratorium otonom, terapi gen, dan terapi sel. Pemerintah menargetkan infrastruktur AI-bio pada 2030 serta komersialisasi produk brain-computer interface pada 2035.
BCI memungkinkan sinyal aktivitas otak diterjemahkan menjadi perintah bagi perangkat elektronik. Pengembangannya menandai perluasan penggunaan AI dari sektor digital ke ilmu hayati dan layanan kesehatan.
Pasokan mineral dan material juga menjadi perhatian karena dibutuhkan oleh baterai, chip, energi terbarukan, serta sistem antariksa. Pemerintah berencana memperluas pemrosesan dan daur ulang mineral kritis, memperkuat cadangan strategis, serta mendiversifikasi sumber pasokan.
Sebanyak 10 triliun won dialokasikan hingga 2030 untuk pengembangan teknologi material, komponen, dan peralatan. Menurut laporan Reuters yang dikutip inet.detik.com, Menteri Sains Bae Kyung-hoon mengatakan pemerintah akan membantu “benih-benih” teknologi itu tumbuh dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.






