Tiga perempuan yang datang ke Bundaran HI untuk mencari hiburan pulang membawa kompor setelah mengikuti kuis berhadiah dalam perayaan HUT ke-81 RI. Hadiah itu diperoleh oleh Inka, Nenny, dan Pemi, yang sebelumnya bahkan belum saling mengenal.
Pertemuan mereka terjadi ketika nama ketiganya dipanggil ke panggung acara di Jakarta Pusat. Nenny menggambarkan situasi tersebut sebagai perkenalan yang berlangsung spontan saat mengikuti kuis.
“Nggak saya sendiri, ini sendiri. Kenalan baru,” kata Nenny di kawasan Bundaran HI pada Senin (17/8/2026). Setelah itu, ketiganya menerima hadiah kompor dari kegiatan perayaan kemerdekaan tersebut.
Nenny datang dari Jatiwaringin, Bekasi, untuk mengisi waktu dan menikmati suasana ramai. Ia memilih datang pada sore hingga malam hari agar tidak terlalu terpapar cuaca panas.
Perempuan berusia 54 tahun itu juga pernah mengunjungi Bundaran HI pada tahun sebelumnya. Baginya, kedatangan kali ini tetap berangkat dari keinginan untuk bersenang-senang, bukan khusus untuk mencari hadiah.
Inka, warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, datang karena mengikuti ajakan temannya. Perempuan berusia 56 tahun itu mengaku tidak menduga akan pulang dengan membawa kompor.
“Eh rezeki dapat ini,” ujar Inka mengenai hadiah yang diterimanya. Ia menilai kompor tersebut dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalankan usaha makanan.
Pemi yang berusia 34 tahun datang dari Pasar Rebo, Jakarta Timur, tanpa rencana tujuan yang pasti. Ia awalnya hanya ingin bermain dan berjalan-jalan sebelum akhirnya memilih mendatangi kawasan Bundaran HI.
Hadiah kompor tersebut tidak akan dipakai Pemi untuk dirinya sendiri. Ia mengatakan barang itu ingin diberikan kepada ibunya.
| Nama | Usia | Domisili | Rencana atau alasan |
|---|---|---|---|
| Inka | 56 tahun | Pondok Kelapa, Jakarta Timur | Mengikuti ajakan teman |
| Nenny | 54 tahun | Jatiwaringin, Bekasi | Mencari hiburan dan suasana ramai |
| Pemi | 34 tahun | Pasar Rebo, Jakarta Timur | Ingin bermain dan berjalan-jalan |
Selain membawa kegembiraan, hadiah itu menjadi pemantik bagi ketiganya untuk menyuarakan persoalan sehari-hari. Inka berharap pajak dapat lebih ringan bagi pensiunan serta tunjangan lansia dan pensiunan ditingkatkan.
Inka baru memasuki masa pensiun selama satu tahun dan menyoroti kondisi warga tanpa pendapatan tetap. Ia berharap kebijakan terkait pengeluaran masyarakat memberi perhatian lebih besar kepada kelompok tersebut.
Pemi menyoroti harga bahan pokok dan iuran BPJS yang menurutnya perlu dijaga agar tidak terus naik. Sebagai pekerja swasta, ia menilai kenaikan iuran terasa langsung melalui pemotongan gaji setiap bulan.
Nenny berharap Indonesia berada dalam keadaan yang semakin kondusif serta program pemerintah berjalan baik. Ia juga menginginkan masyarakat lebih teliti saat menerima dan menilai informasi.
Nenny menyebut hadiah sederhana dapat tetap menyenangkan bagi ibu-ibu. “Happy, ibu-ibu tuh nggak usah kompor, dapat sabun aja senang,” ujarnya.
Menurut detikcom, kuis tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Bundaran HI. Dari kegiatan yang semula menjadi pilihan rekreasi itu, tiga perempuan dari daerah berbeda membawa pulang hadiah sekaligus harapan yang dekat dengan kehidupan rumah tangga.






