Satu Tiket untuk Mangrove, Film Mulai Dari Nol Gandeng Dua Menteri sebagai Cameo

Film Mulai Dari Nol menghubungkan tiket bioskop dengan kampanye kepedulian mangrove melalui program #1ticket1mangrove. Program itu menjadi salah satu cara Kinarya Coop membawa isu lingkungan ke luar layar dan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi.

Proyek film ini juga menyiapkan keterlibatan dua menteri sebagai cameo, yakni Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Kehadiran keduanya memberi konteks lebih kuat pada pesan perdagangan karbon dan koperasi yang menjadi bagian dari cerita besar film tersebut.

Film sebagai Ruang Partisipasi Lingkungan

Kinarya Coop tidak menempatkan “Mulai Dari Nol” hanya sebagai tontonan layar lebar. Anak-anak muda Gen Z di koperasi tersebut ingin memakai sinema sebagai medium untuk mengenalkan peluang keterlibatan masyarakat dalam industri karbon.

Gagasan yang dibawa ialah membuka akses atas nilai ekonomi perdagangan karbon kepada masyarakat yang lebih luas. Skema koperasi multi pihak didorong agar sektor ini tidak hanya dipahami sebagai ruang bagi perusahaan besar.

Menurut Medcom.id, film tersebut menjadi sarana untuk membumikan ekonomi gotong royong di kalangan generasi muda. Pesan itu dikaitkan dengan peran koperasi dalam pengelolaan karbon dan pelibatan warga dalam agenda lingkungan.

Cameo Sejumlah Tokoh

Kesiapan dua menteri untuk tampil disampaikan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengelolaan unit perdagangan karbon oleh koperasi. Selain itu, Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih juga dijadwalkan menjadi cameo.

TokohPeran atau JabatanAgenda dalam Film
Moh Jumhur HidayatMenteri Lingkungan HidupCameo
Ferry JuliantonoMenteri KoperasiCameo
Mayjen TNI KosasihPanglima Kodam III/SiliwangiCameo

Pelibatan tokoh lintas bidang itu menjadi bagian dari pola kerja kolaboratif yang ingin dibangun Kinarya Coop. Film ini diarahkan untuk mempertemukan isu ekonomi, lingkungan, dan aksi sosial dalam satu proyek bersama.

Sampah Menjadi Bagian dari Produksi

Pesan lingkungan dalam “Mulai Dari Nol” juga diterapkan pada proses pembuatannya. Seluruh properti film direncanakan menggunakan material hasil daur ulang sampah.

Penggunaan material tersebut dimaksudkan untuk mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Langkah itu sekaligus menegaskan pendekatan ekonomi gotong royong yang ingin dihadirkan melalui film.

Kinarya Coop turut membawa Program RW HERO untuk menangani persoalan sampah dari sumbernya dalam waktu 40 hari. Jawa Barat dan Yogyakarta ditetapkan sebagai wilayah pilot utama program tersebut.

Kedua wilayah itu juga sejalan dengan rencana lokasi pengambilan gambar “Mulai Dari Nol”. Keterkaitan lokasi produksi dan program lingkungan membuat agenda film ini tidak berhenti pada narasi yang ditampilkan di layar.

Proses produksi dijadwalkan segera dimulai dengan melibatkan sekolah, kampus, Purna Paskibraka Kabupaten Bekasi, perusahaan, dan tokoh agama. Pelibatan banyak unsur tersebut menempatkan film ini sebagai ajakan untuk mengambil bagian dalam perdagangan karbon, pengelolaan sampah, serta perawatan mangrove.

Baca Juga