Rumah kini dinilai bukan hanya dari luas bangunan atau peluang kenaikan nilainya. Bagi semakin banyak pencari hunian, rumah juga harus mampu menjadi ruang nyaman untuk menjaga kesehatan, beristirahat, dan melakukan perawatan diri.
Perubahan cara pandang itu terlihat dari penggunaan layanan Home Service di aplikasi Pinhome. Permintaan layanan Infal meningkat 117 persen pada Ramadan, sementara retensi pelanggan mencapai 21 persen pada kuartal II 2026.
Kebutuhan menjaga kondisi rumah juga menguat ketika cuaca ekstrem terjadi pada Januari. Layanan Deep Cleaning tumbuh hingga dua kali lipat, sedangkan Body Care meningkat 29 persen secara kuartalan.
Data tersebut menunjukkan sebagian masyarakat mengalihkan anggaran perjalanan dan rekreasi untuk membenahi tempat tinggal. Rumah perkotaan pun berkembang menjadi pusat kenyamanan dan wellness pribadi, bukan semata ruang bernaung.
Ruang Kebugaran Masuk Perencanaan Hunian
Kesadaran kesehatan mulai muncul sejak tahap perencanaan rumah atau apartemen. Technogym Indonesia melihat home gym semakin sering dipersiapkan dari awal agar aktivitas kebugaran dapat dilakukan di dalam hunian.
Technogym Bench dan Unica dirancang untuk membantu memanfaatkan sudut ruang yang terbatas. Perangkat itu dapat disesuaikan dengan ukuran apartemen maupun rumah tanpa harus menyediakan area kebugaran yang besar.
Kebutuhan praktis juga ditangkap oleh Modena melalui layanan berlangganan home appliances. Pengguna dapat memakai perangkat rumah tangga dengan biaya bulanan yang lebih ringan, disertai maintenance dan service gratis.
Pinhome kemudian meluncurkan layanan Interior & Renovasi untuk mendukung pembaruan ruang tinggal. Layanan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kondisi rumah sebagai bagian dari kualitas hidup jangka panjang.
Minat Membeli Tetap Tinggi
Perubahan fungsi rumah tidak menghilangkan kebutuhan dasar masyarakat untuk memiliki hunian. Sepanjang semester I 2026, pencarian rumah rata-rata masih tumbuh 13 persen per bulan.
Aktivitas pencarian properti sempat sedikit menurun, tetapi minat menghubungi agen atau pemilik rumah tetap stabil. Calon pembeli kini lebih selektif dalam menentukan lokasi, ukuran rumah, dan pembiayaan yang sesuai kemampuan.
Akses transportasi menjadi salah satu alasan kawasan tertentu semakin dilirik. Kehadiran Tol Jogja-Solo dan LRT Jabodebek memicu kenaikan pencarian rumah di wilayah sekitar, khususnya untuk hunian yang lebih terjangkau.
Insentif fiskal serta kebijakan hunian vertikal turut memperkuat pilihan masyarakat terhadap tempat tinggal yang lebih efisien. Keputusan membeli memang membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi kebutuhan akan rumah tetap besar.
Pasokan dan Pembiayaan Ikut Beradaptasi
Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester 1 2026 mencatat inventori rumah tapak nasional meningkat 5 persen. Pertumbuhan pasokan tersebut dipengaruhi proyek infrastruktur, kebijakan pembangunan daerah, dan kenaikan biaya konstruksi.
| Wilayah | Perubahan Inventori | Penyebab |
|---|---|---|
| Nasional | Tumbuh 5% | Persediaan rumah tapak bertambah |
| Samarinda dan Balikpapan | Melambat dari 9,2% menjadi 4,5% | Belanja infrastruktur IKN tertunda |
| Kabupaten Badung, Bali Selatan | Turun 1,6% | Rencana moratorium pembangunan |
Kenaikan ongkos konstruksi membuat banyak pengembang mengalihkan strategi ke rumah berukuran lebih kecil. Langkah itu diambil agar harga jual tetap dapat dijangkau oleh kelompok pembeli yang lebih luas.
Dari sisi pembiayaan, kenaikan BI-Rate hingga 5,75 persen mendorong konsumen membandingkan pilihan KPR secara lebih aktif. CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan Take Over KPR kini mendominasi sekitar 60 persen pasar KPR.
Segmen Rp300 juta hingga Rp1 miliar menyumbang sekitar 49 persen KPR komersial, sementara rumah di bawah Rp300 juta berkontribusi sekitar 21 persen. BTN merespons perubahan kebutuhan itu melalui strategi Beyond Mortgage, yang menempatkan KPR sebagai awal ekosistem layanan keuangan berkelanjutan.






