Di Tengah Krisis Cedera, Rangers Bangkit lewat Penalti Shankland atas Jagiellonia

Rangers memperoleh respons yang dibutuhkan di tengah masalah cedera dengan mengalahkan Jagiellonia Bialystok 1-0 di Ibrox. Penalti Lawrence Shankland sebelum turun minum membuat agregat putaran ketiga kualifikasi Liga Europa menjadi 2-2.

Kemenangan tipis itu hadir ketika Rangers membutuhkan pemulihan kepercayaan diri setelah hasil yang tidak memuaskan. Tim Derek McInnes sebelumnya kalah 1-2 dari Hibs di kompetisi domestik dan takluk dengan skor sama pada leg pertama di Polandia.

Daftar Cedera Membatasi Pilihan

McInnes harus menghadapi keterbatasan personel menjelang duel penting tersebut. Youssef Chermiti mengalami cedera ACL dan dijadwalkan menjalani operasi di London.

Tuur Rommens dipastikan absen hingga delapan minggu. Ben Godfrey juga sudah lebih dahulu berada dalam perawatan.

McInnes menyatakan kepada BBC bahwa kabar cedera Chermiti sangat mengecewakan bagi klub. Ia tetap memandang kemenangan sebagai momentum yang harus dicari Rangers untuk memulihkan keyakinan skuad dan pendukung.

Rangers turut memproses upaya mendatangkan winger PSV, Couhaib Driouech. Langkah tersebut muncul saat kebutuhan terhadap pilihan pemain bertambah besar.

Ibrox Menjadi Penopang

Atmosfer Stadion Ibrox menjadi modal yang ditekankan McInnes sebelum pertandingan. Dukungan penuh suporter dinilai penting, terutama karena banyak pemain baru masih membangun ikatan dengan tim.

Rangers mengambil inisiatif sejak awal laga dengan mencoba menguasai permainan. Jagiellonia bertahan disiplin melalui blok rapat dan berusaha membatasi celah bagi tuan rumah.

Tekanan itu akhirnya menghasilkan hadiah penalti pada babak pertama. Shankland menjalankan tugasnya dari titik putih untuk mencetak satu-satunya gol pertandingan.

AspekPertemuan di PolandiaPertemuan di Glasgow
SkorJagiellonia 2-1 RangersRangers 1-0 Jagiellonia
Gol RangersTidak disebutkanLawrence Shankland, penalti
Agregat setelah lagaRangers tertinggal2-2

Perubahan Pendekatan Rangers

McInnes sebelumnya meminta pemainnya agar tidak bermain terlalu aman saat memegang bola. Ia menginginkan tempo yang lebih tinggi, lebih banyak pemain masuk kotak penalti, serta keberanian mengambil risiko yang tetap terukur.

Evaluasi video dari leg pertama dilakukan untuk membenahi pergerakan tim, baik ketika membawa bola maupun tanpa bola. Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyoroti kesalahan Rangers sendiri yang berperan dalam terciptanya gol Jagiellonia di Polandia.

Counter-press menjadi bagian penting dari rencana permainan karena lawan mampu melancarkan serangan balik cepat. Rangers dituntut tetap menjaga struktur ketika menyerang agar tidak memberikan ruang kepada pemain Jagiellonia.

McInnes melihat peningkatan tempo pada babak kedua, terutama dari pergerakan pemain dan penciptaan peluang. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberanian menyerang harus tetap diimbangi disiplin saat bertahan.

Agregat 2-2 membuat perjuangan Rangers di kualifikasi Liga Europa tetap terbuka. Iberia 1999 dari Georgia disebut sebagai calon lawan yang telah menanti di babak play-off.

Bagi Rangers, gol Shankland bernilai lebih dari sekadar kemenangan kandang. Hasil itu memberi landasan mental di tengah tekanan hasil dan absennya sejumlah pemain penting.

Baca Juga