Bruno Guimaraes Datang, Masa Depan Zubimendi Kini Mengundang Minat Real Madrid

Kedatangan Bruno Guimaraes membuat persaingan lini tengah Arsenal memasuki fase baru. Situasi itu muncul saat Real Madrid kembali menunjukkan minat terhadap Martin Zubimendi, gelandang yang baru direkrut Arsenal pada musim lalu.

Arsenal membayar 60 juta euro untuk mendatangkan Zubimendi dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang. Kondisi tersebut membuat klub tidak berada dalam tekanan untuk menjual, meski minat dari Madrid terus berkembang.

Guimaraes tiba dari Newcastle United dengan nilai 75 juta poundsterling. Ia menambah daftar opsi Mikel Arteta yang sudah mencakup Declan Rice, Martin Odegaard, Mikel Merino, serta Zubimendi.

Zubimendi hanya tampil selama 15 menit dalam Community Shield. Menit bermain itu memunculkan pembicaraan mengenai perannya, tetapi belum menjadi indikasi bahwa Arsenal akan membuka pintu keluar.

Madrid Mencari Pengatur Keseimbangan

Real Madrid membutuhkan tambahan kontrol di lini tengah dan melihat Zubimendi sebagai salah satu jawaban. Jose Mourinho disebut telah menyetujui upaya untuk membawa pemain berusia 27 tahun itu ke Santiago Bernabeu.

TEAMtalk melaporkan bahwa Zubimendi menjadi pilihan utama setelah Madrid gagal dalam upaya mendatangkan Rodri. Potensi kepindahan Eduardo Camavinga juga disebut mendorong Los Blancos mencari gelandang baru.

Perwakilan Zubimendi dikabarkan menyambut positif kemungkinan kepindahan ke Real Madrid. Namun, Arteta tetap ingin mempertahankan gelandang asal Spanyol itu sebagai bagian dari skuadnya.

Posisi Arsenal dalam negosiasi terbilang kuat karena kontrak Zubimendi masih panjang. Madrid diperkirakan harus menyiapkan tawaran bernilai besar bila ingin membuat Arsenal mempertimbangkan penjualan.

Opsi yang Dipantau Real Madrid

PemainKlubKarakter yang Dinilai
Martin ZubimendiArsenalGelandang bertahan posisional dengan pemahaman taktis
Alexis Mac AllisterLiverpoolPemain yang lebih lengkap dari pengatur serangan murni
Fabian RuizParis Saint-GermainBerpengalaman, tenang, dan memiliki kualitas di level tertinggi

Analisis kecerdasan buatan yang dikutip AS menilai Zubimendi sebagai pemain yang paling menyerupai Rodri dalam pemahaman taktis dan keteraturan. Penilaian itu tidak menyamakan ketahanan fisiknya dengan Rodri, tetapi menyoroti kemampuan Zubimendi membaca permainan.

“Dia tidak memiliki ketahanan fisik yang sama, tetapi memahami permainan dengan sangat baik dan akan sangat cocok untuk tim yang membutuhkan lebih banyak kontrol,” bunyi analisis tersebut. Karakter itu menjadikan Zubimendi relevan bagi Madrid yang mencari stabilitas dari posisi gelandang bertahan.

Mac Allister dipertimbangkan sebagai opsi bila Madrid menginginkan pemain tengah yang lebih komplet. Fabian Ruiz dinilai dapat menyumbang ketenangan dan kualitas berkat pengalamannya tampil di level tertinggi selama beberapa tahun.

Madrid juga memantau Adam Wharton dari Crystal Palace, Kees Smit, dan Bouaddi sebagai bagian dari pencarian jangka lebih luas. Sementara itu, Chelsea disebut mengawasi Zubimendi sebagai opsi apabila Enzo Fernandez hengkang ke Manchester City.

Minat dari Madrid dan Chelsea membuat Arsenal harus menjaga kepastian peran Zubimendi di tengah kompetisi internal yang semakin rapat. Bursa transfer musim panas dapat menjadi penentu apakah sang gelandang tetap menjadi bagian dari rencana Arteta.

Baca Juga