Qatargate Masuk Serangan Kampanye, Lazimi Balik Slogan Baliho Netanyahu

Perkara Qatargate ikut masuk ke arena kampanye Israel setelah anggota Knesset Naama Lazimi membuat versi tandingan baliho Likud. Ia membalik slogan yang digunakan kubu Benjamin Netanyahu dengan menampilkan tokoh-tokoh yang dikaitkan dengan penyelidikan tersebut.

Versi Lazimi memuat foto Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bersama tiga mantan orang dekat Netanyahu. Ketiganya adalah mantan penasihat strategis Yonatan Urich, mantan juru bicara keamanan Eli Feldstein, dan mantan penasihat politik Srulik Einhorn.

Balasan dengan Narasi Qatargate

Lazimi menulis bahwa keempat tokoh dalam desain tandingannya “ingin Netanyahu menang”. Kalimat itu diikuti slogan, “Jangan biarkan mereka kalah.”

Dalam unggahannya, Lazimi menyebut materi tersebut sebagai versi Qatargate yang telah diperbarui. Ia juga menulis, “Tagihannya akan saya kirim pada 7 Oktober.”

Qatargate merupakan penyelidikan terhadap sejumlah pembantu Netanyahu yang diduga menerima bayaran dari Qatar. Dugaan itu berkaitan dengan penanganan perundingan pembebasan sandera dengan Hamas.

Balasan Lazimi menunjukkan bahwa isu di sekitar pembantu Netanyahu dapat dipakai untuk menghadapi pesan kampanye Likud. Ia tidak mengubah format dasar serangan visual itu, melainkan mengalihkan arah sindirannya kepada perdana menteri Israel tersebut.

Yashar Soroti Kondisi IDF

Partai Yashar memberikan respons berbeda dengan mengangkat isu Pasukan Pertahanan Israel atau IDF. Partai yang dipimpin Gadi Eisenkot itu mengubah pesan menjadi, “Mereka ingin IDF runtuh, jangan biarkan Netanyahu menang.”

Yashar kemudian menulis, “Netanyahu, kami sudah memperbaikinya untuk Anda.” Partai itu juga menyatakan hanya Eisenkot yang akan membentuk pemerintahan yang sepenuhnya Zionis.

Kedua balasan tersebut memakai desain serupa untuk menyampaikan fokus kritik yang berbeda. Lazimi mengarahkan perhatian ke Qatargate, sementara Yashar menjadikan kondisi IDF serta arah pemerintahan sebagai pokok serangan.

PartaiPemimpinProyeksi Kursi Knesset
YasharGadi Eisenkot24 kursi
LikudBenjamin Netanyahu22 kursi
B’YachadNaftali Bennett15 kursi

Jajak pendapat yang disebut Liputan6.com menempatkan Yashar di urutan teratas dengan proyeksi 24 kursi. Likud diproyeksikan meraih 22 kursi, sedangkan B’Yachad pimpinan Naftali Bennett memperoleh 15 kursi.

Pesan Awal dari Likud

Kontroversi ini berawal dari baliho Partai Likud yang dipasang di Tel Aviv menjelang pemilu parlemen Oktober. Materi tersebut menampilkan Zohran Mamdani, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem.

Keempat foto itu dipasang berdampingan dengan tulisan, “Mereka ingin Netanyahu kalah, jangan biarkan mereka menang.” Netanyahu turut membagikan foto materi kampanye tersebut dengan keterangan, “Jangan biarkan mereka menang.”

Lokasi baliho itu sempat keliru disebut berada di Yerusalem melalui unggahan media sosial. The Jerusalem Post menyatakan papan tersebut sebenarnya berada di Tel Aviv dan menghadap Jalan Raya Ayalon.

Likud menggunakan materi visual itu untuk menempatkan kemenangan atau kekalahan Netanyahu sebagai isu utama kampanye. Respons dari Lazimi dan Yashar kemudian membuat baliho tersebut berkembang menjadi ruang saling serang antarkubu politik Israel.

Baca Juga