Serangan ke Satu Anggota Jadi Urusan Bersama dalam Pakta Saudi-Turkiye-Pakistan

Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan sepakat memperlakukan serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Ketentuan itu menjadi fondasi Mecca Joint Defence Agreement yang ditandatangani ketiga negara di Mekkah.

Komitmen pertahanan kolektif tersebut hadir di tengah ketidakstabilan kawasan dan konflik AS-Iran yang disebut telah berlangsung lima bulan. Pakta itu juga memuat keterlibatan tiga negara dalam upaya penyelesaian konflik antara Washington dan Teheran.

Daya Tangkal Menjadi Inti Kesepakatan

Kementerian Luar Negeri Pakistan menjelaskan bahwa mekanisme respons bersama ditujukan untuk membangun efek tangkal kolektif. Tiga negara peserta juga menyatakan komitmen memperkuat keamanan bersama.

Selain kerja sama pertahanan, perjanjian tersebut menggariskan tujuan mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas. Sasaran itu disebut mencakup kawasan serta wilayah di luar kawasan.

PesertaTokoh PenandatanganFokus Pakta
Arab SaudiMohammed bin SalmanDaya tangkal dan keamanan bersama
TurkiyeRecep Tayyip ErdoganDaya tangkal dan keamanan bersama
PakistanShehbaz SharifDaya tangkal dan keamanan bersama

Penandatanganan dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Mekkah. Foto dari Kantor Perdana Menteri Pakistan menunjukkan Mohammed bin Salman, Recep Tayyip Erdogan, dan Shehbaz Sharif sesudah kesepakatan diteken.

Trump Menilai Kawasan Lebih Mandiri

Presiden AS Donald Trump menyambut pembentukan pakta melalui Truth Social. Ia menyebut kesepakatan itu sebagai langkah besar, berani, dan penting bagi kemampuan kawasan dalam mempertahankan diri.

Trump menilai negara-negara Timur Tengah semakin bersatu dalam urusan keamanan. Ia juga melihat adanya penguatan kemampuan untuk menjaga stabilitas tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar.

Sejumlah analis memandang blok baru itu dapat digunakan untuk menghalangi pengaruh Iran yang menguat. Di sisi lain, pakta tersebut dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan negara-negara Timur Tengah terhadap Washington.

Iran Tidak Menganggapnya Ancaman

Berbeda dari pembacaan sejumlah analis, Iran menyatakan tidak melihat pakta itu sebagai ancaman langsung. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran tidak memiliki alasan untuk cemas.

Baghaei menilai kesepakatan tersebut menunjukkan negara-negara kawasan mulai mengubah pandangannya terhadap Amerika Serikat. Ia mengatakan keamanan bukan sesuatu yang dapat dibeli dari perantara palsu, merujuk pada AS.

Menurut Baghaei, Iran memiliki ikatan keagamaan, sejarah, dan peradaban dengan tiga negara penandatangan. Karena itu, ia menilai pakta tersebut tidak semestinya dipahami sebagai pengaturan yang diarahkan kepada Teheran.

Mesir Disebut Berpeluang Bergabung

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan membuka peluang perluasan kerja sama tersebut. Ia menyebut Mesir berpotensi menjadi anggota pada masa mendatang.

“Perjanjian ini telah mengirimkan pesan penting kepada dunia,” kata Erdogan. Arah pakta berikutnya akan bergantung pada perluasan anggota dan penerapan nyata komitmen pertahanan kolektif.

Baca Juga