Puluhan Gempa Susulan Menyusul M 7,7 NTT, Segmen Patahan Dekat Dipantau

Puluhan gempa susulan tercatat setelah gempa M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Salah satu susulan mencapai M 6,2, sehingga pemantauan aktivitas seismik tetap penting meski peringatan tsunami telah dihentikan.

Guncangan utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB dengan pusat sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan dan kemudian dihentikan pada pukul 07.30 WIB.

Aktivitas susulan dapat berlangsung dengan kecenderungan kekuatan yang mengecil. Namun, gempa berkekuatan di atas magnitudo 6 masih dapat menimbulkan dampak merusak yang berarti di kawasan terdampak.

Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Masyarakat di sekitar lokasi gempa diminta tetap tenang sambil mengikuti informasi resmi BMKG. Warga juga perlu menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan setelah guncangan.

Pencabutan peringatan tsunami tidak berarti seluruh risiko pascagempa langsung berakhir. Kondisi aktivitas susulan dan kemungkinan gangguan pada bagian patahan lain tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Irwan Meilano, mengingatkan gempa besar dapat memengaruhi segmen patahan yang berdekatan. Ia merujuk pada rangkaian gempa besar di utara Lombok pada 2018 sebagai contoh perkembangan yang perlu diwaspadai.

“Sangat mungkin, tidak kita harapkan, bahwa gempa ini kemudian memicu bagian segmen yang berdekatan,” jelas Prof Irwan. Pernyataan tersebut tidak menyebut pemicu lanjutan sebagai kepastian, tetapi menjadi dasar perlunya pemantauan lanjutan.

Flores Back Arc Memiliki Riwayat Gempa Besar

Wilayah Flores Back Arc dikenal sebagai patahan naik aktif di laut Nusa Tenggara. Kawasan ini dikaitkan dengan sejumlah gempa besar di NTT, termasuk gempa M 6,6 pada 2009.

Riwayat aktivitas tersebut menambah alasan untuk memperhatikan perkembangan setelah gempa M 7,7. Selain rangkaian Lombok 2018, kedekatan sumber gempa terbaru dengan peristiwa Flores 1992 juga menjadi konteks penting.

PeristiwaMagnitudoLokasi atau KonteksKeterangan
Gempa Flores 19927,9Dekat sumber gempa terbaruDiikuti tsunami besar
Gempa NTT 15 Agustus 20267,730 km timur laut NagekeoDisusul puluhan gempa

Kedekatan dengan Gempa 1992

Prof Irwan menilai sumber gempa terbaru berjarak kurang dari 40 kilometer dari sumber Gempa Flores 1992. Kedua peristiwa juga disebut memiliki kemiripan mekanisme, walau kekuatan gempa tidak sama persis.

Gempa Flores 1992 berkekuatan M 7,9 dan memicu tsunami yang menelan hingga 2.500 korban jiwa, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Gempa terbaru berkekuatan M 7,7, atau hanya berbeda kecil dalam skala gempa besar.

Menurut Prof Irwan, besarnya tsunami pada 1992 diduga diperkuat oleh longsoran bawah laut sesudah guncangan utama. Karena itu, kekuatan dan lokasi yang mirip tidak otomatis menghasilkan tsunami dengan tingkat dampak yang sama.

“Kenapa? Karena diikuti dengan longsor di bawah laut sehingga tsunaminya tinggi,” ujar Prof Irwan dalam penjelasan yang dimuat laman ITB. Pemantauan susulan, kondisi patahan, dan kemungkinan gangguan bawah laut menjadi bagian penting dalam merespons gempa besar di Nusa Tenggara.

Baca Juga