Produksi iPhone Ultra Naik ke 10 Juta Unit, Indonesia Belum Dapat Jadwal

Target produksi awal iPhone Ultra disebut naik hingga 10 juta unit, dari proyeksi sebelumnya sekitar 7 juta sampai 8 juta unit. Meski demikian, peningkatan volume itu belum disertai kepastian jadwal penjualan resmi untuk Indonesia.

Apple diperkirakan memperkenalkan ponsel lipat pertamanya pada agenda tahunan September 2026. Amerika Serikat disebut menjadi negara pertama yang memperoleh perangkat tersebut, sementara pasar lain harus menunggu tahap distribusi berikutnya.

Indonesia dan Asia Berpotensi Menunggu Lebih Lama

Negara-negara di luar AS, termasuk kawasan Asia, dilaporkan baru berpeluang memperoleh iPhone Ultra beberapa bulan setelah peluncuran awal. Informasi yang beredar belum mencantumkan kapan perangkat itu dapat tersedia secara resmi di Indonesia.

Situasi tersebut berarti calon pembeli di Indonesia tidak dapat mengharapkan ketersediaan iPhone Ultra bersamaan dengan lini iPhone 18. Australia pun dilaporkan tidak akan menerima perangkat layar lipat itu pada waktu yang sama dengan keluarga iPhone 18.

PasarStatus KetersediaanPerkiraan Waktu
Amerika SerikatMendapat alokasi pertamaSeptember 2026
Negara lain, termasuk AsiaMenunggu distribusi berikutnyaBeberapa bulan setelah AS
AustraliaTidak hadir bersamaan dengan iPhone 18Belum disebutkan

Volume Produksi Menunjukkan Optimisme

Kenaikan sasaran hingga 10 juta unit menjadi sinyal optimisme Apple terhadap lini perangkat lipatnya. Volume tersebut juga dapat membuka peluang perluasan pasokan setelah penjualan awal berjalan.

Laporan internal turut mengindikasikan bahwa pengembangan iPhone lipat generasi ketiga telah dimulai. Perangkat generasi lanjutan itu disebut memiliki target rilis pada 2028.

Namun, target produksi yang lebih besar belum menghapus tantangan dalam peluncuran perdana kategori produk baru. Perangkat iPhone lipat memiliki proses manufaktur yang rumit sehingga ketersediaan awal dapat tetap dibatasi.

Pasokan dan Harga Menjadi Faktor Penundaan

Channel News yang dikutip Apple Insider melaporkan keterlambatan di luar AS diduga terkait masalah pasokan dan penetapan harga. Laporan itu bersandar pada keterangan seorang pemasok komponen dari Tiongkok.

Sumber anonim tersebut juga menyebut adanya kemungkinan kendala pengujian pada model produksi yang sudah dirakit. “Kami juga percaya Apple sedang menghadapi kendala pengujian pada model produksi yang sudah dirakit,” ujar sumber tersebut dalam laporan yang dikutip pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Keterangan tentang masalah pengujian itu belum sepenuhnya sejalan dengan laporan lain. Sejumlah informasi terbaru menyatakan kendala teknis awal pada purwarupa ponsel lipat Apple telah ditangani oleh tim perusahaan.

Perbedaan laporan tersebut membuat waktu distribusi global iPhone Ultra masih belum pasti. Apple kemungkinan akan memprioritaskan kesiapan produksi sebelum memperluas penjualan ke lebih banyak negara.

Strategi bertahap bukan hal baru bagi Apple saat memasuki kategori baru. Apple Vision Pro sebelumnya dijual eksklusif di AS sebelum diperluas ke negara lain beberapa pekan kemudian.

Bagi konsumen Indonesia, kelancaran rantai pasok, keputusan harga, dan kesiapan produksi akan menentukan kapan iPhone Ultra dapat dibeli secara resmi. Peningkatan target produksi memberi harapan pasokan dapat meluas setelah fase peluncuran awal, tetapi belum menjadi jaminan jadwal ketersediaan.

Baca Juga