Penguasaan bola hingga 72 persen belum cukup menyelamatkan Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. The Lions justru kebobolan tiga gol dan kini tertinggal 1-3 sebelum bertandang ke markas Thailand.
Data tersebut menjadi pekerjaan utama bagi pelatih Gavin Lee menjelang laga penentuan di Rajamangala Stadium. Singapura harus mencari cara agar kontrol permainan dapat menghasilkan peluang tajam tanpa mengorbankan perlindungan di lini belakang.
Masalah di Balik Dominasi Permainan
Singapura mampu menguasai sirkulasi bola lebih lama dalam pertemuan sebelumnya. Namun, keunggulan dalam penguasaan bola tidak otomatis membuat mereka mampu membatasi ancaman Thailand.
Gavin Lee menilai timnya perlu memahami penyebab kebobolan ketika lebih banyak memegang bola. Ia juga meminta para pemain memperbaiki pertahanan dan meningkatkan jumlah peluang gol pada leg kedua.
“Pertanyaannya adalah, mengapa Singapura kebobolan begitu banyak gol padahal mendominasi penguasaan bola?” ujar Lee seperti dilaporkan sport.detik.com. Pertanyaan itu mengarah pada kebutuhan Singapura untuk menata kembali keseimbangan permainan.
Fokus mereka tidak hanya memangkas selisih dua gol dalam agregat. Penguasaan bola juga harus dikelola dengan lebih aman agar Thailand tidak mendapatkan ruang untuk kembali mencetak gol.
Misi di Kandang Thailand
Leg kedua berlangsung saat Thailand berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. War Elephants memenangi pertemuan pertama dan akan tampil di hadapan pendukung sendiri di Rajamangala Stadium.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Pertandingan | Thailand vs Singapura |
| Kompetisi | Piala AFF 2026 |
| Fase | Semifinal leg kedua |
| Waktu | Selasa (18/8), pukul 20.00 WIB |
| Stadion | Rajamangala Stadium |
| Agregat sementara | Thailand unggul 3-1 |
Keunggulan agregat 3-1 membuat Thailand lebih dekat menuju final. Sebaliknya, Singapura membutuhkan penampilan yang jauh lebih efektif untuk membalikkan keadaan.
Tantangan tersebut menjadi lebih berat karena Singapura membawa riwayat 11 kekalahan beruntun dari Thailand sejak Desember 2012. Rekor itu menunjukkan sulitnya The Lions menghadapi War Elephants dalam kurun panjang.
Keyakinan Ilhan Fandi
Di tengah tekanan agregat dan catatan pertemuan, Ilhan Fandi menyatakan timnya tetap siap menerima tantangan. Striker Singapura itu memandang situasi tertinggal bukan alasan untuk kehilangan keyakinan.
“Apa artinya hidup tanpa tantangan? Kami menyukai tantangan,” kata Ilhan Fandi, dikutip dari VNExpress. Ia menilai dorongan untuk bangkit harus tetap ada meski Singapura tertinggal dua gol.
“Anda tidak boleh kehilangan motivasi meskipun sedang tertinggal dua gol. Jika Anda tidak yakin bisa bangkit saat melawan Thailand, lebih baik Anda tinggal di rumah saja,” tegas Ilhan. Sikap tersebut menandakan Singapura belum menyerah sebelum pertandingan leg kedua dimainkan.
Pertandingan di Rajamangala Stadium akan menentukan apakah Singapura dapat menerjemahkan dominasi bola menjadi hasil yang lebih baik. Thailand akan mencoba mempertahankan keunggulan mereka demi merebut satu tempat di final.






