Persiapan latihan Ulchi Freedom Shield antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berlangsung di tengah lonjakan ketegangan baru. Korea Utara meluncurkan benda yang diduga rudal balistik dan penerbangannya dilaporkan mencapai sekitar 700 kilometer.
Insiden itu mendorong Kantor Perdana Menteri Jepang mengeluarkan peringatan darurat melalui akun X resminya. Tokyo menyatakan terus memantau situasi setelah peluncuran mengarah ke perairan di lepas pantai timur Semenanjung Korea.
Latihan Ulchi Freedom Shield dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus. Latihan gabungan berskala besar itu menjadi bagian dari kesiapan Korea Selatan dan Amerika Serikat menghadapi perkembangan kemampuan nuklir serta persenjataan Pyongyang.
Korea Utara selama ini kerap melontarkan reaksi keras terhadap agenda latihan gabungan Seoul dan Washington. Pada hari yang sama dengan peluncuran terbaru, Pyongyang juga mengkritik ambisi nuklir Korea Selatan dan Jepang.
Jepang Ajukan Protes Diplomatik
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan pemerintah Jepang mengecam keras tindakan Korea Utara. Kementerian Pertahanan Jepang kemudian menyampaikan protes melalui jalur diplomatik di Kedutaan Besar Jepang di Beijing.
Otoritas pertahanan Jepang dan Korea Selatan sama-sama melaporkan jarak tempuh rudal sekitar 700 kilometer. Meski demikian, jenis senjata yang diluncurkan belum dipastikan secara resmi.
Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan atau JCS mendeteksi peluncuran dari wilayah Wonsan. Menurut CNN Indonesia, aktivitas tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat pada Rabu (12/8).
| Informasi | Rincian | Dampak atau Konteks |
|---|---|---|
| Lokasi peluncuran | Wonsan | Wilayah yang juga digunakan dalam uji coba sebelumnya |
| Jarak tempuh | Sekitar 700 km | Menuju perairan di lepas pantai timur Semenanjung Korea |
| Latihan gabungan | 17-27 Agustus | Ulchi Freedom Shield oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat |
Wilayah Wonsan juga menjadi lokasi peluncuran Korea Utara enam hari sebelum insiden terbaru. Rangkaian aktivitas tersebut disebut diduga menjadi uji coba rudal balistik ke-11 yang dilakukan Pyongyang pada 2026.
JCS belum mengidentifikasi peluncuran terbaru sebagai rudal balistik jarak pendek. Analisis lanjutan masih diperlukan untuk memastikan kategori senjata yang digunakan.
Secara umum, jarak 700 kilometer masuk rentang rudal jarak pendek yang berada pada kisaran 300 sampai 1.000 kilometer. Namun, otoritas Korea Selatan belum memberikan klasifikasi resmi terhadap rudal dari Wonsan itu.
Seoul Gelar Rapat Darurat
Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat darurat setelah peluncuran terdeteksi. Seoul menyatakan keprihatinan atas berlanjutnya aktivitas rudal Korea Utara, termasuk uji coba yang terjadi pada 6 Agustus.
Pemerintah Korea Selatan mendesak Pyongyang menghentikan tindakan yang dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Militer Seoul menegaskan kesiapsiagaan tetap dijaga dalam sistem pertahanan gabungan dengan Amerika Serikat.
Militer Korea Selatan menyatakan siap merespons setiap provokasi secara luar biasa. Dengan jadwal latihan gabungan yang semakin dekat, peluncuran itu menambah tekanan pada situasi keamanan di kawasan Asia Timur.
Pyongyang belum mengeluarkan pernyataan langsung tentang peluncuran terbaru dari Wonsan. Ketidakpastian mengenai jenis rudal membuat perhatian regional tetap tertuju pada hasil analisis lanjutan dari otoritas Korea Selatan dan Jepang.






