Pelucutan Senjata Belum Tuntas, Israel Kembali Buru Komandan Hamas di Gaza

Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza ketika pembahasan pelucutan senjata Hamas masih menjadi dasar peta jalan terbaru kawasan itu. Seorang komandan Hamas menjadi sasaran di Beit Lahiya, Gaza utara, pada Rabu (12/8).

Serangan tersebut dilaporkan terjadi belum genap sepekan setelah kesepakatan baru tentang pelucutan senjata Hamas dan gencatan senjata muncul. Peristiwa ini menegaskan bahwa kesepakatan politik belum menghentikan operasi militer di lapangan.

Militer Israel mengatakan tindakan itu bertujuan meniadakan ancaman terhadap pasukannya yang masih berada di Gaza. Israel menuding target serangan merencanakan aksi terhadap personelnya, tetapi tidak memerinci identitas maupun rencana yang dituduhkan.

Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa komandan Hamas tersebut terluka. Reuters, yang dikutip CNN Indonesia, melaporkan pria itu tengah menaiki becak saat menjadi target serangan.

Pasukan Israel Tetap Berada di Gaza

Israel menegaskan pasukannya tidak akan meninggalkan Gaza dalam waktu dekat. Operasi militer disebut tetap akan dijalankan terhadap pihak yang dipandang mengancam pasukan Israel.

Posisi ini berkaitan langsung dengan tahapan peta jalan yang sedang dibahas. Dalam rancangan tersebut, penarikan penuh pasukan Israel baru dilakukan setelah proses pelucutan senjata Hamas diselesaikan.

Ketentuan itu membuat dua isu berjalan beriringan, yakni keberadaan pasukan Israel dan kewajiban Hamas menyerahkan senjata. Ketegangan kembali menguat karena serangan di Gaza utara terjadi di tengah proses yang belum menunjukkan titik temu.

Skema Pengawasan NCAG

Proses pelucutan senjata direncanakan berada di bawah pengawasan Komite Nasional Administrasi Gaza atau NCAG. Komite tersebut disebut akan diisi teknokrat, bukan unsur Israel maupun Palestina.

Peta jalan baru itu disebut mulai diterapkan pada November tahun lalu. Namun, pelaksanaan skema tersebut masih dibayangi perbedaan sikap mengenai syarat yang harus dipenuhi sebelum pasukan Israel ditarik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menolak 15 poin yang diajukan Dewan Perdamaian. Ia menegaskan Israel tidak akan menarik seluruh pasukannya sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Sikap Hamas terhadap Kesepakatan

Hamas menyatakan kepatuhannya pada perjanjian bergantung pada penghormatan Israel terhadap gencatan senjata. Sikap ini menempatkan setiap serangan baru sebagai faktor yang dapat mengganggu pelaksanaan kesepakatan.

Serangan di Beit Lahiya menjadi yang pertama dalam sepekan setelah kesepakatan baru muncul. Insiden itu memperlihatkan bahwa Hamas, Israel, dan mekanisme pelucutan senjata masih berada dalam situasi yang sangat rentan.

Hingga kini, persoalan penarikan pasukan Israel serta pelucutan senjata Hamas tetap menjadi inti perdebatan. Selama kedua persoalan tersebut belum diselesaikan, masa depan gencatan senjata di Gaza masih dipertanyakan.

Baca Juga