Peluang kenaikan suku bunga AS pada September menyusut menjadi 42% setelah laporan inflasi Juli dirilis. Pasar melihat angka tersebut memberi Federal Reserve ruang untuk kembali menahan kebijakan.
Penurunan perkiraan itu langsung tercermin pada pasar keuangan. Kontrak berjangka saham AS menguat, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di berbagai tenor.
Data FedWatch CME Group menunjukkan pasar sebelumnya memperkirakan kemungkinan kenaikan bunga lebih besar sebelum laporan CPI keluar. Perubahan ekspektasi terjadi karena inflasi Juli tidak melampaui konsensus pasar.
Indeks harga konsumen AS naik 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laju tahunan itu masih cukup tinggi karena berada di atas sasaran inflasi Federal Reserve sebesar 2%.
Angka Inti Menunjukkan Tekanan Belum Merata
Inflasi inti yang mengecualikan komponen makanan dan energi naik 0,2% secara bulanan. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,5% berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Angka inti tersebut memberi gambaran bahwa tekanan harga belum hilang dari seluruh perekonomian. Namun, data yang sejalan dengan perkiraan belum memberi dorongan kuat bagi bank sentral untuk segera menaikkan bunga.
| Komponen | Perubahan Bulanan Juli | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|
| CPI | Naik 0,1% | Naik 3,4% |
| Inflasi inti | Naik 0,2% | Naik 2,5% |
| Energi | Turun 1,5% | Naik 14,7% |
| Tempat tinggal | Naik 0,1% | Tidak disebutkan |
Hunian Tetap Menjadi Beban Utama
Biaya tempat tinggal kembali menjadi salah satu sumber tekanan terbesar dalam perhitungan CPI. Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyebut komponen ini menyumbang sekitar dua pertiga kenaikan indeks keseluruhan.
Biaya tempat tinggal naik 0,1% sepanjang Juli, sama seperti kenaikan harga makanan. Estimasi biaya sewa pemilik properti bertambah 0,3%, menandakan tekanan biaya hunian belum banyak berkurang.
Indeks penginapan di luar rumah justru turun 2,8% pada Juli. Penurunan itu membantu menahan kenaikan inflasi, tetapi tidak sepenuhnya mengimbangi komponen hunian lainnya.
Beberapa kelompok harga lain juga bergerak naik. Harga kendaraan baru bertambah 0,1%, mobil dan truk bekas naik 0,4%, serta biaya perawatan medis meningkat 0,4%.
Tarif penerbangan naik 2,2%, menunjukkan kenaikan harga masih muncul pada sejumlah jasa. Perkembangan tersebut menjadi alasan bagi pembuat kebijakan untuk tetap berhati-hati sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Harga Energi Memberi Bantuan Sementara
Harga energi turun 1,5% pada Juli, setelah mengalami penurunan 5,7% pada Juni. Meski begitu, harga energi secara tahunan masih lebih tinggi 14,7%.
Kontras antara penurunan bulanan dan lonjakan tahunan itu membuat energi tetap penting dalam pembacaan inflasi berikutnya. Perubahan harga energi dapat kembali memengaruhi angka CPI secara cepat.
Pada rapat Juli 2026, FOMC memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dengan suara 9-3. Tiga anggota yang menyatakan perbedaan pendapat mendukung kenaikan bunga.
Ellen Zentner dari Morgan Stanley Wealth Management menilai inflasi yang sesuai perkiraan memperkuat narasi bahwa kenaikan bunga belum dibutuhkan. Ia menekankan masih ada satu putaran data inflasi sebelum pertemuan FOMC pada September.
Pasar kini menaruh perhatian pada laporan ekonomi berikutnya, terutama kondisi tenaga kerja dan harga energi. Peluang kenaikan bunga pada Oktober atau Desember dinilai lebih besar daripada pada September.






