Merasa masih bugar setelah tarik tambang atau panjat pinang tidak selalu berarti tubuh bebas dari pegal. Nyeri otot dapat baru muncul beberapa jam kemudian dan terasa paling kuat saat peserta memasuki satu hingga tiga hari setelah lomba.
Kondisi ini kerap dialami ketika seseorang mendadak melakukan aktivitas fisik yang lebih berat dari kebiasaannya. Perlombaan 17 Agustusan dapat melibatkan gerakan berulang, tenaga besar, dan penggunaan otot yang tidak rutin dilakukan sehari-hari.
Pegal yang Datang Belakangan
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan nyeri otot yang muncul secara tertunda setelah aktivitas fisik.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital, dr Oryza Satria, SpOT(K), menyebut rasa nyeri umumnya mulai muncul beberapa jam selepas beraktivitas. Tingkat keluhan sering paling terasa dalam rentang 24 hingga 72 jam kemudian.
| Periode | Kondisi yang Umum Terjadi |
|---|---|
| Beberapa jam setelah aktivitas | Pegal mulai muncul |
| 24-72 jam setelah aktivitas | Nyeri sering paling terasa |
| Beberapa hari berikutnya | Pegal biasa umumnya pulih |
Waktu kemunculan yang tertunda membuat keluhan ini berbeda dari rasa lelah yang langsung terasa selama kegiatan. Peserta mungkin baru menyadari tubuhnya terasa kaku atau nyeri setelah pulang, beristirahat, atau bangun pada pagi berikutnya.
Gerakan yang Tidak Biasa Membebani Otot
Balap karung, estafet kelereng, tarik tambang, dan panjat pinang sama-sama dapat menghadirkan beban fisik yang berbeda bagi setiap orang. Dampaknya dapat lebih terasa pada mereka yang jarang berolahraga atau tidak terbiasa menghadapi aktivitas berintensitas tinggi.
Tarik tambang dapat menuntut tenaga besar dalam waktu singkat, sedangkan panjat pinang membutuhkan penggunaan otot dengan pola yang tidak lazim. Aktivitas yang tampak singkat tetap dapat menimbulkan pegal apabila tubuh menghadapi beban di luar rutinitasnya.
Perbedaan antara kebiasaan harian dan tuntutan aktivitas menjadi faktor penting dalam munculnya keluhan. Karena itu, rasa pegal tidak hanya ditentukan oleh durasi lomba, melainkan juga oleh jenis gerakan serta peningkatan tenaga yang harus dikeluarkan tubuh.
Respons Tubuh terhadap Stres Mekanik
Dr Oryza menjelaskan pemahaman terbaru mengenai DOMS berkaitan dengan stres mekanik pada otot dan jaringan di sekitarnya. Respons tersebut dapat memicu peradangan ringan dan meningkatkan sensitivitas saraf terhadap rasa nyeri.
“Konsep terbaru mengatakan bahwa DOMS berkaitan stres mekanik pada otot dan jaringan di sekitarnya, yang memicu reaksi peradangan ringan dan membuat saraf nyeri menjadi lebih sensitif,” kata dr Oryza kepada health.detik.com. Penjelasan ini menerangkan mengapa keluhan dapat berkembang setelah aktivitas selesai, bukan hanya ketika tubuh sedang bekerja keras.
Mulai Bergerak Lagi secara Bertahap
Ketika mengalami pegal biasa setelah lomba, pemulihan dapat dilakukan dengan tidur cukup dan menjaga kebutuhan hidrasi. Aktivitas tidak harus dihentikan sepenuhnya, tetapi sebaiknya dimulai kembali secara perlahan sesuai kondisi tubuh.
“Tidak perlu bed rest total. Kalau hanya pegal biasa, tubuh umumnya akan pulih dalam beberapa hari,” ujar dr Oryza. Pendekatan bertahap dapat membantu tubuh kembali beraktivitas setelah menghadapi beban fisik yang lebih tinggi dari biasanya.
Peserta lomba dapat memberi waktu bagi tubuh untuk pulih tanpa memaksakan aktivitas berat berikutnya. Pegal yang muncul belakangan tetap dapat menjadi respons yang wajar bila berkaitan dengan penggunaan otot yang mendadak lebih intensif.






