Manggarai Paling Berat Terdampak Gempa Flores, 104 Sekolah Dilaporkan Rusak

Kabupaten Manggarai mencatat jumlah sekolah rusak terbanyak setelah gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Sebanyak 104 sekolah dari berbagai jenjang terdampak di wilayah tersebut.

Skala kerusakan itu membuat pemulihan layanan pendidikan menjadi pekerjaan mendesak di Pulau Flores. Kemendikdasmen menyiapkan tenda Ruang Kelas Darurat agar sekolah yang bangunannya belum aman tetap memiliki pilihan ruang belajar.

Manggarai Timur berada pada urutan berikutnya dengan 52 sekolah rusak. Sejumlah ruang kelas baru hasil program revitalisasi di kabupaten itu juga dilaporkan terkena dampak gempa.

KabupatenJumlah Sekolah Rusak
Manggarai104 sekolah
Manggarai Timur52 sekolah
Nagekeo44 sekolah
Ende39 sekolah
Ngada35 sekolah
Sikka27 sekolah
Manggarai Barat23 sekolah

Dua Jalur Logistik untuk Tenda Darurat

Pengiriman bantuan dibagi dalam dua klaster agar penyaluran dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih terarah. Klaster pertama diprioritaskan untuk Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Klaster tersebut membawa 30 tenda dari Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Bantuan lainnya mencakup 1.000 paket family kit, 200 paket school kit umum, serta 2.000 paket school kit untuk siswa SMA dan SMK.

KM Dharma Rucitra 7 dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 dan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026. Pemasangan tenda direncanakan mulai 23 Agustus 2026.

BGTK NTT akan mengelola bantuan klaster pertama melalui Posko Kemendikdasmen di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menyediakan tempat belajar sementara di kawasan dengan dampak kerusakan besar.

KlasterJumlah TendaWilayah Sasaran
Klaster 130 tendaManggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat
Klaster 220 tendaEnde, Ngada, Sikka, Nagekeo

Sementara itu, klaster kedua membawa 20 tenda dari BBPPMPV BOE Malang menuju Pelabuhan Ende. KM Dharma Rucitra 8 dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 21 Agustus 2026.

Bantuan klaster kedua akan diterima BPMP NTT di Posko Klaster 2 yang berada di SKB Ende sebelum didistribusikan. Tim Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus bersama Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana akan mengawal proses pengiriman hingga pemasangan tenda.

253 Satuan Pendidikan Terdampak

Secara keseluruhan, Kemendikdasmen mencatat 253 satuan pendidikan mengalami kerusakan di tujuh kabupaten Pulau Flores. Daerah terdampak meliputi Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Data yang dilansir Detikcom menunjukkan 199 sekolah berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Sementara 54 sekolah lainnya berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

KewenanganJumlah SekolahJenjang
Pemerintah kabupaten199 sekolahPAUD/TK, SD, SMP, dan SKB
Pemerintah provinsi54 sekolahSMA, SMK, dan SLB

Kegiatan belajar di sekolah terdampak dapat dipindahkan ke ruang aman, dilaksanakan di tenda, atau dihentikan sementara sesuai situasi daerah. Kebijakan itu diterapkan dengan keselamatan warga sekolah sebagai pertimbangan utama.

Dua murid dan satu guru dilaporkan meninggal akibat gempa tersebut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan proses pemulihan pendidikan akan dikawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran berlangsung aman dan nyaman.

Kemendikdasmen mempercepat identifikasi sekolah rusak melalui Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga 18 Agustus 2026. Verifikasi lapangan serta penanganan melalui perjanjian kerja sama direncanakan pada pekan berikutnya.

Dukungan psikososial bersama Himpunan Psikologi Indonesia akan diaktifkan setelah kondisi lapangan dikonfirmasi. Starlink juga disiapkan untuk membantu konektivitas di daerah yang listrik dan jaringan komunikasinya terganggu.

Baca Juga