Tidak adanya penggantian oli mesin, busi, dan filter udara menjadi alasan servis mobil listrik terasa lebih sederhana daripada mobil bensin. Kemudahan tersebut tetap menyisakan sejumlah pemeriksaan penting yang tidak dapat ditunda oleh pemilik.
Mobil listrik masih membutuhkan perhatian terhadap baterai, inverter, sistem pendingin, dan sistem kelistrikan. Bagian-bagian itu menentukan kemampuan kendaraan bekerja dengan baik dalam penggunaan sehari-hari.
Perbedaan pola perawatan muncul karena kendaraan listrik tidak memakai mesin pembakaran internal. Komponen bergerak pada motor listrik lebih sedikit, sehingga pekerjaan servis khas kendaraan bensin menjadi berkurang.
Meski demikian, kendaraan listrik tetap menggunakan beberapa cairan penting. Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung, menyebut cairan tersebut mencakup gear oil, minyak rem, coolant, serta oli kompresor AC.
Cairan yang Masih Perlu Diperhatikan
Coolant tidak boleh dipandang sebagai kebutuhan yang hanya ada pada kendaraan bermesin bensin. Sistem pendingin pada mobil listrik tetap berperan penting dan membutuhkan perhatian dalam pemeriksaan rutin.
Pelumas pada bagian motor listrik juga tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan kelistrikan diperlukan bersamaan dengan pemantauan kondisi komponen serta cairan pendukungnya.
“Yang penting tetap cek sistem kelistrikannya dan jangan abaikan coolant atau pelumas di bagian motor listrik. Meski enggak serumit mobil bensin, tetap ada servisnya,” kata Lung Lung.
| Bagian Kendaraan | Hal yang Diperhatikan |
|---|---|
| Baterai | Pemeriksaan rutin untuk menjaga kinerja kendaraan. |
| Inverter | Pemeriksaan berkala sebagai bagian dari sistem kendaraan listrik. |
| Sistem pendingin | Coolant perlu dipantau dan tidak boleh diabaikan. |
| Kelistrikan dan motor listrik | Pemeriksaan sistem serta pelumas pada bagian motor. |
Rem Konvensional Mendapat Beban Lebih Ringan
Mobil listrik memakai regenerative braking untuk membantu memperlambat kendaraan. Sistem tersebut sekaligus mengurangi beban kerja rem konvensional.
Karena bebannya lebih ringan, sistem pengereman mobil listrik cenderung memiliki usia pakai lebih panjang. Walau demikian, minyak rem tetap masuk daftar cairan yang perlu diperiksa saat servis.
Perawatan mobil listrik juga tidak berhenti pada komponen mekanis dan cairan. Perangkat lunak kendaraan perlu diperbarui secara berkala mengikuti rekomendasi pabrikan.
Pembaruan perangkat lunak umumnya dilakukan di bengkel resmi. Langkah ini penting karena pengoperasian kendaraan listrik makin bergantung pada pengaturan elektronik.
Jadwal Pabrikan Tetap Menjadi Acuan
Interval servis yang lebih jarang tidak menghapus kebutuhan pemeriksaan berkala. Otomotif Kompas menyebut pemilik tetap disarankan mengikuti jadwal perawatan yang ditetapkan pabrikan.
Pemeriksaan teratur membantu memantau kondisi baterai, pendingin, inverter, kelistrikan, rem, dan perangkat lunak. Dengan demikian, keuntungan servis yang lebih hemat dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan komponen utama kendaraan.
Lung Lung menekankan kesederhanaan perawatan bukan alasan untuk lalai. “Servisnya lebih simpel dan hemat, tapi tetap jangan lalai. Namanya juga mesin, tetap perlu dirawat,” ujarnya.






