Saat iPhone Disebut HP Bapak-bapak, Galaxy Z Fold 8 Raih Pembeli Muda

Julukan “HP bapak-bapak” mulai muncul dalam sebagian percakapan pengguna muda ketika membahas iPhone di media sosial Korea Selatan. Pada saat yang sama, Galaxy Z Fold 8 menarik perhatian lewat bentuk yang tipis, ringan, dan dapat berubah menjadi layar luas saat dibuka.

Perubahan persepsi tersebut belum menunjukkan perpindahan massal dari iPhone ke Samsung. Namun, pilihan sejumlah pengguna Apple memperlihatkan bahwa ponsel lipat mulai menjadi alternatif nyata di kelas premium.

Pengguna Apple Menemukan Alasan untuk Berpindah

Jeong Da-um, 26 tahun, memutuskan meninggalkan iPhone 17 Pro dan beralih ke Galaxy Z Fold 8. Dalam unggahan video unboxing di Instagram, ia menyatakan, “Saya langsung jatuh cinta ketika melihatnya secara langsung karena sangat cantik.”

Pengalaman berbeda dialami Jeong Seo-hee yang berusia 22 tahun. Ia semula ingin memakai iPhone, tetapi mengubah rencana setelah mencoba Fold 8 karena perangkat itu terasa ringan dan hasil fotonya dinilai estetis.

Perhatian konsumen muda juga terlihat dari pengamatan di Samsung Store Hongdae. Dari 20 perempuan berusia remaja hingga 30-an, kesan awal yang banyak disampaikan mencakup “cute”, “tipis”, “cantik”, dan “menarik”.

Kesan terhadap bentuk perangkat muncul lebih dahulu daripada pembicaraan soal spesifikasi dan performa. Pola tersebut memperlihatkan peran desain dalam menarik pembeli yang mempertimbangkan ponsel sebagai bagian dari gaya penggunaan sehari-hari.

Bentuk Paspor dan Bobot 201 Gram

Samsung mengembangkan Galaxy Z Fold 8 dengan inspirasi desain paspor. Format ini ditujukan agar perangkat tetap nyaman dalam genggaman ketika dilipat, tetapi menyediakan layar lebih besar ketika dibuka.

Galaxy Z Fold 8 memiliki bobot 201 gram. Penekanan pada bobot ini menjadi upaya Samsung untuk mengubah pandangan bahwa ponsel lipat identik dengan perangkat tebal dan berat.

Gagasan layar berasio 4:3 yang dapat dilipat seperti dompet atau paspor telah diperlihatkan Samsung pada CES 2013. Perkembangan teknologi selama 13 tahun kemudian memungkinkan konsep itu hadir dalam wujud yang lebih tipis dan ringan.

Angka Preorder Menguatkan Tren

Ketertarikan konsumen terhadap Galaxy Z Fold 8 tercermin dari pemesanan awal di Korea Selatan yang mencapai 1,44 juta unit. Penjualan global perangkat tersebut juga dilaporkan sudah melewati 5 juta unit.

IndikatorDataPenjelasan
Pemesanan awal di Korea Selatan1,44 juta unitGalaxy Z Fold 8
Penjualan globalLebih dari 5 juta unitPenjualan yang dilaporkan
Pelanggan preorder muda50%Remaja hingga usia 30-an
Kenaikan pembeli perempuan mudaLebih dari dua kali lipatTerhadap generasi sebelumnya

Data Samsung.com yang dikutip Korea JoongAng Daily menunjukkan bahwa 50% pelanggan preorder berasal dari rentang usia remaja hingga 30-an. Pembelian dari perempuan muda juga disebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.

Perkembangan itu cukup penting mengingat sekitar 67% perempuan Korea Selatan berusia 20-an disebut menggunakan iPhone. Dengan demikian, Fold 8 tampak mulai menjangkau kelompok konsumen yang sebelumnya erat dengan produk Apple.

Minat Tidak Hanya Muncul di Korea Selatan

Jepang, yang juga dikenal sebagai salah satu pasar kuat Apple, turut menunjukkan ketertarikan terhadap Fold 8. inet.detik.com melaporkan sejumlah varian perangkat sempat habis setelah penjualan dimulai pada 7 Agustus 2026.

Reservasi untuk mencoba Galaxy Z Fold 8 di gerai utama Samsung di Harajuku, Tokyo, juga dilaporkan penuh. Situasi tersebut memberi gambaran bahwa ketertarikan terhadap format layar lipat telah meluas di luar Korea Selatan.

Apple disebut tengah menyiapkan iPhone layar lipat, yang dapat membuat persaingan di segmen premium semakin ketat. Perebutan pengguna akan mengarah pada kebutuhan yang sama, yakni layar besar dalam perangkat yang tetap ringkas dibawa.

Baca Juga