Tanpa Anggaran Pemerintah, Kirab Merah Putih 81 Meter Tumbuh dari Warga Curug

Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Curug, Kabupaten Tangerang, digelar tanpa dukungan anggaran pemerintah. Kegiatan itu tumbuh dari inisiatif warga Desa Cukanggalih yang ingin memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Warga mengarak bendera raksasa tersebut menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Puluhan orang membentangkan kain merah putih itu dalam barisan Karnaval Kebangsaan.

Camat Curug Arief Rachman Hakim mengatakan pelaksanaan kirab didorong partisipasi masyarakat. “Karena memang tidak ada dukungan anggaran apa pun dari pemerintah. Dan mereka warga inisiatif untuk menyemarakkan HUT RI,” kata Arief.

Semangat swadaya terlihat dalam sejumlah unsur karnaval. Masyarakat terlibat membentangkan bendera, mengenakan kostum, dan menyiapkan kendaraan hias untuk arak-arakan.

Desa Cukanggalih telah mempertahankan kegiatan kirab bendera sejak peringatan HUT ke-75 RI. Tradisi itu kemudian berkembang dengan ukuran bendera yang bertambah dari tahun ke tahun.

Panjang 81 meter pada peringatan kali ini dipilih untuk mengikuti usia kemerdekaan. Dengan demikian, ukuran bendera menjadi penanda angka HUT RI yang sedang diperingati warga.

Arief menjelaskan alasan penggunaan ukuran tersebut secara langsung. “Karena tahun ini merupakan HUT ke-81, maka bendera yang dibentangkan pada tahun ini berukuran panjang 81 meter,” ujarnya.

Perubahan ukuran itu bukan sekadar penambahan dekorasi dalam karnaval. Warga menjadikannya bagian dari pola tradisi yang terus bergerak seiring bertambahnya usia Republik Indonesia.

Kirab yang Terus Membesar

Menurut Arief, kirab bendera dari Curug terus membesar sejak pertama kali diselenggarakan. Ia menyebut perjalanan panjang bendera itu dimulai pada HUT ke-75 dan kini telah mencapai ukuran 81 meter.

“Kirab bendera itu memang tahun demi tahun terus bertambah besar. Dari awal pertama kali kirab bendera pada saat HUT ke-75 sampai dengan sekarang sudah 81 tahun,” jelasnya.

Selain bentangan merah putih, peserta menampilkan kostum pejuang kemerdekaan, prajurit TNI, serta pakaian adat. Penampilan tersebut memperluas suasana kebangsaan dalam kirab yang melibatkan banyak warga.

Sejumlah kendaraan juga dimodifikasi menyerupai alat utama sistem pertahanan. Bentuk kendaraan yang dibawa meliputi tiruan tank dan kendaraan taktis.

Karnaval Kebangsaan Tangerang turut menampilkan unsur hiasan lain di luar tema pertahanan. Peserta membawa bentuk rumah gubuk serta replika dinosaurus, burung garuda, badak bercula satu, gajah, dan kuda putih.

Beragam bentuk itu bergerak bersama rombongan menuju Tigaraksa. Di tengah aneka kostum dan hiasan, bendera Merah Putih tetap menjadi titik utama yang menyatukan jalannya arak-arakan.

CNN Indonesia melaporkan kirab warga Curug tersebut menjadi bagian dari Karnaval Kebangsaan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Tradisi swadaya ini dipertahankan dengan panjang bendera yang selalu menyesuaikan angka peringatan HUT RI.

Baca Juga