Inter Milan memilih Djed Spence untuk memperkuat sisi lapangan dengan pemain yang memiliki kecepatan dan kemampuan bermain di beberapa peran. Bek asal Inggris itu dikontrak hingga 2031 sebagai bagian dari rencana mengisi ruang yang ditinggalkan Matteo Darmian.
Fleksibilitas Spence sebagai pemain sayap dan wingback memberi Inter pilihan untuk membangun serangan dari area lebar. Pada saat yang sama, karakter itu dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ketika tim harus bertahan.
Peran baru di bawah Cristian Chivu
Spence bergabung dengan skuad asuhan Cristian Chivu setelah meninggalkan Tottenham Hotspur. Ia membawa pengalaman dari Premier League, sepak bola Eropa, hingga level internasional bersama Timnas Inggris.
Di Inter, kebutuhan terhadap pemain sisi lapangan menjadi lebih menonjol setelah kontrak Darmian berakhir. Spence diproyeksikan bukan sekadar sebagai pelapis, melainkan opsi yang dapat menjawab kebutuhan posisi tersebut dalam jangka panjang.
Kontrak sampai 2031 menegaskan durasi kepercayaan yang diberikan klub kepada pemain berusia 26 tahun itu. Inter juga dikabarkan membayar 30 juta euro untuk menyelesaikan transfernya dari Tottenham.
Informasi biaya transfer itu dilaporkan sport.detik.com dengan mengutip BBC. Nilai tersebut mencerminkan peningkatan peran Spence dalam dua musim terakhir bersama Spurs.
Bagian dari lima rekrutan musim panas
Pengumuman kedatangan Spence disampaikan Inter pada Sabtu malam, 15 Agustus. Ia menjadi rekrutan kelima Nerazzurri pada bursa transfer musim panas ini.
| Pemain | Status di Inter | Catatan |
|---|---|---|
| Manuel Akanji | Dipermanenkan | Telah berada di dalam skuad |
| Ivan Provedel | Didatangkan | Rekrutan musim panas |
| John Stones | Didatangkan | Memiliki pengalaman di Liga Inggris |
| Aleksandar Stankovic | Didatangkan | Rekrutan musim panas |
| Djed Spence | Didatangkan dari Tottenham | Terikat kontrak hingga 2031 |
Komposisi rekrutan tersebut memperlihatkan aktivitas Inter dalam membentuk skuad untuk musim baru. Spence menjadi salah satu pemain yang datang dengan latar kompetisi Inggris paling kuat.
Karier yang ditempa lewat masa peminjaman
Tottenham merekrut Spence pada 2022, tetapi perjalanannya di klub London itu tidak selalu berjalan lurus. Ia sempat dipinjamkan ke Nottingham Forest, Rennes, Leeds United, dan Genoa sebelum mendapat peran lebih besar.
Perpindahan ke beberapa klub tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk pengalamannya di berbagai lingkungan sepak bola. Spence kemudian mulai menembus Timnas Inggris sejak tahun lalu.
Ia juga masuk dalam skuad Inggris yang dibawa Thomas Tuchel ke Piala Dunia 2026. The Three Lions finis di posisi ketiga dalam turnamen itu, sehingga Spence tiba di Italia dengan tambahan pengalaman di panggung internasional.
Sebelum berpisah dengan Tottenham, Spence turut membantu klub itu meraih Liga Europa 2024/2025. Ia menyebut malam kemenangan di Bilbao sebagai kenangan yang akan selalu disimpan dalam unggahan perpisahannya di Instagram.
“Sebuah bab istimewa telah berakhir. Perjalanan ini sungguh luar biasa, penuh dengan kenangan, momen, dan pengalaman yang akan selalu kusimpan selamanya, terutama malam itu di Bilbao,” tulis Spence.
Keberadaan Manuel Akanji dan John Stones dapat membantu proses awal adaptasinya karena keduanya memiliki pengalaman bermain di Liga Inggris. Inter kini berharap kecepatan serta pengalaman Spence dapat segera diterjemahkan menjadi kontribusi nyata di Serie A.






