Kapasitas RS Manggarai Sangat Terbatas, Korban Gempa NTT Butuh Layanan Tambahan

Keterbatasan kapasitas Rumah Sakit Manggarai membuat sebagian pasien korban gempa magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur masih dirawat di tenda. Pemerintah menyiapkan layanan tambahan melalui rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai.

Fasilitas sementara itu direncanakan untuk mengurangi ketergantungan warga pada ruang layanan yang tersedia di rumah sakit setempat. Pembukaannya akan dipercepat melalui koordinasi antara pemerintah dan Kementerian Kesehatan.

Pasien Tidak Seluruhnya Tertampung di Rumah Sakit

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut kondisi Rumah Sakit Manggarai sangat tidak memadai untuk menampung seluruh pasien. Tenda-tenda sementara kini digunakan bagi pasien yang terdampak keterbatasan ruang perawatan.

“Karena kondisi Rumah Sakit Manggarai kurang memadai, sangat tidak memadai, dan tadi punya tenda-tenda ya, pasien berada di tenda-tenda, jadi kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka rumah sakit lapangan,” ujar Pratikno. Pemerintah sebelumnya telah melakukan penjajakan lokasi sebelum pembangunan fasilitas dimulai.

Stadion Golo Dukal dipilih karena memiliki area luas yang diperlukan untuk menempatkan fasilitas medis darurat. Keberadaan lokasi ini juga diharapkan dapat melayani pasien dari kawasan terdampak, termasuk Kecamatan Reo.

Kecamatan Reo disebut sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak gempa. Rumah sakit lapangan diharapkan menjadi pilihan layanan ketika fasilitas kesehatan permanen belum dapat menampung seluruh kebutuhan perawatan.

Bantuan Pangan Dikirim Bersamaan dengan Penanganan Medis

Penanganan darurat tidak hanya diarahkan pada layanan kesehatan, tetapi juga kebutuhan dasar warga di pengungsian dan rumah sakit sementara. Sebanyak 4.925 paket bantuan sembako dari Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.

Pengiriman logistik tahap awal dilakukan menggunakan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318. Paket bantuan itu kemudian dialokasikan ke sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Tujuan PenyaluranAlokasi Bantuan
Kabupaten Sikka1.000 paket
Kabupaten Ende725 paket
Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo3.200 paket

Distribusi 4.925 paket tersebut menjadi tahap awal dari alokasi total 50.000 paket sembako. BNPB akan menyalurkan sisa 45.075 paket secara bertahap sesuai hasil asesmen kebutuhan di lapangan.

Penanganan Pascagempa Menjadi Prioritas

Gempa bumi magnitudo 7 itu terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pemerintah menempatkan penyelamatan warga serta ketersediaan layanan kesehatan sebagai prioritas utama dalam masa darurat.

Pratikno mengatakan, “Menyelamatkan warga, memberikan layanan kesehatan kepada warga adalah tanggung jawab kemanusiaan yang pertama harus kita lakukan.” Penyaluran bantuan dan penyiapan fasilitas medis akan menyesuaikan kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal diharapkan menambah kapasitas perawatan bagi korban gempa. Langkah itu menjadi penopang layanan saat Rumah Sakit Manggarai belum mampu menerima seluruh pasien.

Baca Juga