Iran Minta Palang Merah Cari 3 Penerbang Su-24, Doha Bantah Ada Penahanan

Iran meminta Komite Internasional Palang Merah menelusuri nasib tiga penerbang Su-24 yang menurut Teheran ditangkap Qatar setelah pesawat mereka jatuh. Qatar membantah tuduhan itu dan menyatakan tidak pernah menahan pilot Iran.

Permintaan Iran muncul melalui surat Komandan Komite Pencarian Orang Hilang Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Seyed Mohammad Bagherzadeh. Surat tersebut memuat klaim bahwa tiga pilot selamat dari insiden pada 2 Maret, tetapi kemudian berada dalam tahanan otoritas Qatar.

Bagherzadeh meminta Palang Merah bertemu ketiga penerbang tersebut untuk memeriksa kondisi mereka. Ia juga meminta lembaga kemanusiaan itu membantu mempercepat pembebasan para pilot yang disebut belum dapat berkomunikasi dengan keluarga maupun pejabat Iran.

Menurut surat yang dipublikasikan media Iran, awak pesawat sedang menjalankan operasi menggunakan Su-24 ketika pesawat itu terkena “pertahanan musuh”. Para penerbang disebut melontarkan diri dari pesawat setelah insiden tersebut.

Empat Nama Awak Pesawat dalam Keterangan Iran

Iran menyatakan empat awak terlibat dalam insiden pesawat Su-24 tersebut. Tiga orang disebut selamat dan ditangkap, sedangkan satu penerbang lain dilaporkan meninggal dunia.

Nama PenerbangStatus Menurut Iran
Javad SalehiSelamat dan disebut ditangkap Qatar
Abdolmajid DashtianSelamat dan disebut ditangkap Qatar
Omran BehraveshianSelamat dan disebut ditangkap Qatar
Majid KazemiDilaporkan meninggal dunia

Sebelum surat Bagherzadeh beredar, otoritas Iran menyatakan nasib para pria itu belum diketahui. Komite Internasional Palang Merah belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai surat tersebut.

Doha Menolak Klaim Penahanan

Kementerian Luar Negeri Qatar menolak seluruh klaim mengenai penahanan pilot Iran. Juru bicara kementerian, Majed al-Ansari, mengatakan Doha terkejut dengan pernyataan yang dinilainya menyesatkan.

“Kami dengan tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot Iran dan terkejut dengan pernyataan yang menyesatkan ini pada saat ini, di tengah upaya dan inisiatif diplomatik yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut,” tulis al-Ansari dalam unggahan media sosial.

Qatar sebelumnya menyatakan militernya menembak jatuh dua jet pembom Su-24 Iran pada awal Maret. Doha menyebut tindakan itu dilakukan setelah terjadi pelanggaran wilayah udara Qatar.

Menurut al-Ansari, kontak sempat dilakukan dengan para pilot setelah pelanggaran wilayah udara tersebut. Qatar menyatakan langkah pertahanan baru diambil setelah komunikasi tidak mendapatkan jawaban.

“Setelah mengikuti aturan keterlibatan dan mencoba berkomunikasi dengan mereka tanpa menerima tanggapan, langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk mempertahankan wilayah kami sesuai dengan hukum internasional,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi dasar penjelasan Qatar mengenai tindakan terhadap pesawat Iran.

Pencarian Jenazah dan Undangan untuk Iran

Qatar menyatakan tim pencarian dan penyelamatnya telah mencari jenazah para awak pesawat. Doha juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Iran untuk menyerahkan jenazah salah satu pilot yang ditemukan.

Kompas, mengutip New York Times, melaporkan Qatar mengundang tim Iran datang pada April untuk menerima penjelasan rinci mengenai operasi pencarian dan penyelamatan. Menurut Qatar, undangan tersebut belum memperoleh tanggapan dari Iran.

Perbedaan antara klaim Iran dan penjelasan Qatar kini berpusat pada keberadaan tiga penerbang yang disebut Teheran selamat. Selama tidak ada titik temu mengenai status mereka, insiden Su-24 akan tetap menjadi salah satu sengketa utama antara kedua pihak.

Baca Juga