IHSG menutup perdagangan sesi I Jumat, 14 Agustus 2026, di zona hijau, tetapi jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Di tengah kondisi tersebut, YPAS dan AGAR justru melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas atau ARA.
Indeks naik 35,42 poin atau 0,56 persen dan berakhir di level 6.337,19. Sebanyak 292 saham menguat, sementara 297 saham melemah dan 196 saham stagnan.
Kontras tersebut memperlihatkan bahwa penguatan indeks ditopang oleh pergerakan kelompok saham tertentu. Sektor barang baku menjadi pendorong terbesar setelah naik 1,54 persen.
Sektor infrastruktur mengikuti dengan kenaikan 1,5 persen. Barang konsumsi nonprimer juga menguat 1,16 persen, disusul barang konsumsi primer sebesar 0,97 persen dan energi 0,96 persen.
Dua Saham Terkunci di Batas Atas
PT Yanaprima Hartapersada Tbk (YPAS) mencatat kenaikan tertinggi pada sesi I. Saham ini menguat 25 persen hingga ditutup di Rp1.200 per saham.
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) juga mencapai ARA setelah melonjak 24,9 persen. Harga saham AGAR berakhir di Rp1.605 per saham.
Penguatan dua digit turut terjadi pada SLIS, PEHA, dan INTD. Kelima saham tersebut berada dalam deretan penguat terbesar selama sesi I.
| Kode | Perusahaan | Kenaikan | Harga Terakhir |
|---|---|---|---|
| YPAS | PT Yanaprima Hartapersada Tbk | 25,00% | Rp1.200 |
| AGAR | PT Asia Sejahtera Mina Tbk | 24,90% | Rp1.605 |
| SLIS | PT Gaya Abadi Sempurna Tbk | 21,59% | Rp107 |
| PEHA | PT Phapros Tbk | 18,94% | Rp314 |
| INTD | PT Inter Delta Tbk | 16,43% | Rp326 |
SLIS milik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk naik 21,59 persen menjadi Rp107 per saham. PEHA menguat 18,94 persen ke Rp314 dan INTD bertambah 16,43 persen ke Rp326.
Sejumlah Saham Justru Menyentuh ARB
Pada sisi berlawanan, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) terkena tekanan jual hingga menyentuh batas auto rejection bawah atau ARB. BAIK turun 14,85 persen menjadi Rp390, sedangkan BABY melemah 14,71 persen ke Rp232 per saham.
PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) juga turun 10,44 persen menjadi Rp163. Pelemahan berikutnya terjadi pada GRPM yang merosot 9,72 persen ke Rp195 dan BACH yang terkoreksi 8,24 persen menjadi Rp468.
Meski penutupan berakhir positif, IHSG sempat bergerak lesu pada awal perdagangan. Indeks bergerak di kisaran 6.267 hingga 6.343 sepanjang sesi I.
Indeks LQ45 mencatat kenaikan 0,75 persen, lebih tinggi daripada IHSG. Nilai transaksi mencapai Rp6,48 triliun dari perdagangan 17,9 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.042.100 kali.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Pasar saham Indonesia bergerak ketika indeks utama Asia menunjukkan arah yang beragam. Hang Seng Hong Kong melemah 0,93 persen dan Shanghai China turun 0,21 persen.
Di sisi lain, Nikkei Jepang naik 0,41 persen. Straits Times Singapura juga menguat 0,09 persen.






