Golf House telah memiliki 48 lokasi di 10 kota besar Indonesia, menandai perluasan akses terhadap perlengkapan dan pendampingan bermain golf. Jaringan ini menyasar pemain dari tahap awal hingga golfer yang ingin meningkatkan kualitas permainannya.
Ekspansi tersebut hadir ketika golf mulai menjangkau kelompok yang lebih beragam, termasuk pemain muda, perempuan, dan orang yang baru ingin mencoba. Driving range serta simulator indoor membuat pengenalan terhadap olahraga ini tidak selalu harus dimulai dari lapangan penuh.
Di tengah bertambahnya pilihan, kebutuhan pemain juga tidak lagi seragam. Pemula dapat memulai dari club yang sederhana dan mudah digunakan, sedangkan pemain berpengalaman cenderung membutuhkan akurasi serta kesesuaian yang lebih khusus.
Tiga Pilar Layanan
Pada 12 Agustus 2026, Golf House memperkenalkan identitas “Home for Every Golfer” di outlet Lotte Mall Jakarta. Konsep itu menggabungkan produk kelas dunia, pendampingan Mentor Buddy, dan pengalaman yang ditujukan untuk mendukung aspirasi golfer.
Ashok Kumar selaku Assistant Vice President Merchandising Golf House Indonesia PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk menyebut perusahaan telah menyaksikan perubahan pemain dan ekspektasi mereka selama 36 tahun. Cara menikmati golf yang semakin fleksibel menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan arah layanan tersebut.
Mentor Buddy tersedia di seluruh outlet Golf House. Pendampingan ini membantu pemain memahami kebutuhan perlengkapan maupun persoalan yang muncul saat berada di lapangan.
Untuk kebutuhan yang lebih personal, layanan Club Fitting telah tersedia di outlet Pondok Indah, Jakarta Selatan. Proses tersebut mempertimbangkan karakter swing, postur tubuh, kecepatan ayunan, serta gaya bermain golfer.
Fasilitas Club Fitting direncanakan menyusul di sejumlah lokasi lain. Layanan ini memberi ruang bagi pemain untuk memilih club berdasarkan kecocokan penggunaan, bukan hanya melihat spesifikasi di atas kertas.
Mencoba Sebelum Menentukan
Samuel Zylgwyn, aktor sekaligus penggemar golf, menilai proses mencoba produk dan berdiskusi dengan staf outlet dapat membantu pemain mengambil keputusan. Ia menyebut pilihan peralatan semestinya tidak hanya bertumpu pada merek atau harga.
“Sebagai golfer, saya tidak hanya melihat merek atau harga. Saya juga ingin memastikan produk tersebut sesuai dengan cara bermain dan nyaman digunakan,” ujar Samuel.
Menurut Samuel, berat club dan responsnya saat diayunkan perlu dirasakan langsung oleh pemain. Setiap golfer memiliki preferensi rasa yang dapat berbeda, sehingga pengalaman mencoba produk menjadi penting sebelum membeli.
Perbedaan kebutuhan ini juga terlihat dari jenis produk yang tersedia di gerai. Selain club dan bola, pemain dapat mencari perangkat latihan serta perangkat untuk membaca aspek permainan.
| Kategori | Jenis produk | Contoh merek |
|---|---|---|
| Perlengkapan golf | Clubs, tas, bola golf, alat latihan, penganalisis ayunan, jam GPS | Srixon, XXIO, Cleveland, Wilson, Ecco, Mizuno |
| Apparel dan alas kaki | Pakaian dan alas kaki golf | Adidas, ASICS, PUMA, Nike |
Keberadaan perangkat latihan dan penganalisis ayunan menunjukkan bahwa kebutuhan golfer tidak berhenti pada perlengkapan untuk bermain. Pemain juga dapat menyesuaikan pilihan dengan tahap latihan dan kenyamanan pribadi.
Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement SEA PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk, Martina Harianda Mutis, menilai komunitas olahraga dan pegiat wellness turut membuka peluang lebih luas untuk mengenal golf. Golf House ingin mengambil peran sebagai ruang belanja, belajar, sekaligus bagian dari komunitas tersebut.
Dengan pilihan produk dan bentuk pendampingan yang tersedia, pemain baru tidak harus langsung mencari peralatan berteknis tinggi. Sementara itu, golfer yang telah berkembang memiliki pilihan untuk mencari kecocokan yang lebih presisi melalui evaluasi kebutuhan bermainnya.






