Bukan Lagi Arena Eksklusif, Anak Muda Mulai Masuk ke Golf Lewat Cara yang Lebih Santai

Anak muda dan perempuan semakin melirik golf bukan semata untuk mengejar skor, melainkan juga untuk berolahraga dan membangun pergaulan. Pergeseran minat ini mendorong golf keluar dari kesan lama sebagai aktivitas yang hanya mudah dijangkau kalangan tertentu.

Ruang masuk ke olahraga ini kini lebih beragam karena pemula dapat memulai dari fasilitas latihan tanpa langsung bermain di lapangan besar. Mereka juga dapat mencoba permainan bersama teman sebelum menentukan seberapa jauh ingin mendalami golf.

Golf sebagai Aktivitas Sosial

Waktu di ruang terbuka dan kesempatan bertemu teman menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian pemain. Golf kemudian hadir sebagai pilihan rutinitas fisik yang berbeda, dengan suasana bermain yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan peserta.

Suara.com mencatat perkembangan ini membuat profil pemain golf di Indonesia semakin beragam. Orang-orang yang baru mengenal golf kini hadir berdampingan dengan pemain yang telah lama aktif di lapangan.

Jalur awal untuk mencoba golf tidak hanya satu. Driving range, simulator golf dalam ruangan, kelas golf, dan permainan bersama teman menawarkan tingkat pengalaman yang berbeda bagi calon pemain.

Pilihan AwalFungsi bagi Pemula
Driving rangeMelatih pukulan tanpa langsung bermain di lapangan.
Simulator golf dalam ruanganMencoba permainan dengan dukungan teknologi di ruang dalam.
Kelas golfMempelajari dasar permainan melalui proses latihan.
Bermain bersama temanMengenal golf sebagai aktivitas sosial yang santai.

Keberadaan pilihan tersebut membuat calon pemain dapat belajar secara bertahap. Teknologi pada perlengkapan juga membantu golf terasa lebih mudah didekati oleh pemain dengan latar belakang yang beragam.

Kebutuhan Peralatan Berubah Seiring Latihan

Pemain yang mulai rutin berlatih biasanya akan lebih memahami karakter permainannya. Pada fase awal, kenyamanan penggunaan peralatan dapat menjadi pertimbangan lebih penting daripada merek atau harga.

Setelah frekuensi bermain meningkat, perhatian pemain dapat beralih ke berat club, jarak pukulan, kecepatan swing, serta kesesuaian peralatan dengan postur tubuh. Club yang lebih ringan, misalnya, dapat dicari oleh pemain yang ingin membuat ayunannya lebih mudah dikendalikan.

Samuel Zylgwyn, aktor yang juga penggemar golf, menilai keputusan memilih perlengkapan perlu didasarkan pada kebutuhan pribadi. “Sebagai golfer, saya tidak hanya melihat merek atau harga. Saya juga ingin memastikan produk tersebut sesuai dengan cara bermain dan nyaman digunakan,” katanya.

Samuel menekankan pentingnya mencoba beberapa pilihan untuk merasakan perbedaan secara langsung. Cara tersebut dapat membantu pemain menentukan peralatan yang cocok setelah semakin mengenali pola bermainnya.

Gerai sebagai Ruang Belajar

Pemain dengan kebutuhan lebih lanjut dapat menjalani club fitting, yaitu proses penyesuaian perlengkapan berdasarkan karakter masing-masing. Layanan ini mulai tersedia di sejumlah tempat, termasuk Golf House Pondok Indah di Jakarta Selatan.

Pada 12 Agustus 2026, Golf House memperkenalkan konsep “Home for Every Golfer” bersamaan dengan logo baru. Gerai tersebut diposisikan tidak hanya sebagai tempat membeli peralatan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal golf.

Ashok Kumar, Assistant Vice President Merchandising Golf House Indonesia dari PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk, menyatakan regenerasi pemain ikut mengubah ekspektasi masyarakat. Menurutnya, kebutuhan pemula tidak selalu sama dengan kebutuhan pemain yang telah bertahun-tahun bermain golf.

Golf House menyediakan Mentor Buddy untuk membantu pelanggan memahami pilihan peralatan sesuai level permainan dan kebutuhan mereka. Produk yang ditawarkan mencakup clubs, golf balls, bags, training aids, footwear, serta apparel dari merek seperti Srixon, XXIO, Cleveland, Wilson, Ecco, Mizuno, Adidas, ASICS, PUMA, dan Nike.

Martina Harianda Mutis dari PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk melihat pertumbuhan golf berkaitan dengan komunitas olahraga dan gaya hidup sehat yang berkembang. Dengan 48 lokasi di 10 kota besar, Golf House menggambarkan bagaimana akses terhadap golf semakin terbuka untuk pemain di berbagai level.

Baca Juga