Flores Back Arc Thrust Bisa M7,8, Ini Arti 37 Susulan Usai Gempa M7,7

Zona Flores Back Arc Thrust yang memicu gempa M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi kekuatan hingga magnitudo 7,8. Selisih yang tipis antara gempa yang terjadi dan potensi maksimum itu membuat pemantauan pascagempa menjadi perhatian utama BMKG.

Dalam sekitar dua jam pemantauan awal, BMKG mencatat sekitar 37 gempa susulan setelah guncangan utama pada Sabtu (15/8). Aktivitas lanjutan ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu, meski kekuatannya umumnya akan terus meluruh.

Gambaran Aktivitas Pascagempa

ParameterCatatanPenjelasan
Lokasi terdampakFlores, NTTWilayah yang diguncang gempa utama
Kekuatan gempa utamaM7,7Terjadi pada Sabtu (15/8)
Susulan awalSekitar 37 kejadianDalam pemantauan sekitar dua jam
Potensi sesarHingga M7,8Flores Back Arc Thrust

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa itu berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Sesar tersebut berada di wilayah laut dan dikenal sebagai salah satu sumber gempa di kawasan utara Bali hingga Flores.

“Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana,” ujar Wijayanto dalam konferensi pers. Penjelasan itu menempatkan gempa M7,7 sebagai peristiwa yang mendekati batas potensi kekuatan zona tersebut.

Susulan Tidak Selalu Sama Kuatnya

BMKG menyampaikan bahwa masyarakat perlu mempertahankan kewaspadaan tanpa terus-menerus berada dalam kecemasan. Gempa susulan lazimnya mengalami pelemahan secara bertahap setelah terjadi gempa utama yang besar.

Harapan lembaga tersebut adalah sebagian besar energi yang terakumulasi pada patahan telah terlepas saat gempa utama terjadi. Jika pelepasan energi berlangsung sesuai harapan, aktivitas gempa berikutnya dapat semakin kecil.

Data mengenai 37 susulan masih bersifat awal karena pemantauan terus berjalan. Perubahan jumlah maupun pola aktivitas perlu dilihat melalui pembaruan resmi dari BMKG.

Sesar Tidak Berada pada Satu Titik

Flores Back Arc Thrust memanjang di laut dari utara Pulau Flores hingga Laut Utara Lombok. Zona sesar naik ini berada di kawasan kerak transisi Samudra Sundaland-Banda yang menekan Busur Sunda-Banda.

Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Amien Widodo, menjelaskan patahan naik Flores memiliki posisi yang tidak hanya berada di satu tempat. Aktivitasnya dapat muncul di sejumlah lokasi dan dalam waktu yang berbeda.

Karakter tersebut memungkinkan gempa susulan terjadi berulang di sekitar zona sesar. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk melihat apakah aktivitas pascagempa bergerak menuju fase yang lebih lemah.

Menurut Amien, Sesar Naik Flores lebih aktif menghasilkan gempa di sisi utara Bali sampai Flores dibandingkan gempa megathrust di sisi selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sumber aktivitas tektonik di Nusa Tenggara tidak hanya berasal dari satu jalur.

BMKG terus memonitor perkembangan susulan setelah gempa M7,7 di Flores. Informasi resmi mengenai aktivitas seismik menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk mengikuti situasi tanpa mengabaikan kewaspadaan.

Baca Juga