Everglades menghadapi tekanan besar dari piton Burma, predator invasif yang memangsa banyak jenis satwa asli. Kehadiran ular besar ini dinilai dapat mengubah keseimbangan jaringan kehidupan di kawasan lahan basah Florida tersebut.
Dampaknya tidak berhenti pada satu kelompok hewan. Ketika mamalia, burung, dan reptil sama-sama menjadi mangsa, perubahan pada satu populasi dapat merambat ke rantai makanan yang lebih luas.
Bangau kayu dan tikus kayu Key Largo termasuk satwa yang disebut terancam oleh keberadaan piton Burma. Ular ini juga bersaing dengan predator asli dalam memperebutkan makanan di habitat yang sama.
Ekosistem yang Tidak Berkembang Bersama Piton
Everglades menjadi rumah bagi beragam ikan, amfibi, reptil, burung, mamalia, serta spesies lainnya. Namun, ekosistem ini tidak berevolusi untuk menghadapi piton Burma sebagai predator besar.
South Florida Water Management District menyebut piton Burma sebagai salah satu spesies paling merusak di Everglades. Selain pemangsaan dan persaingan makanan, keberadaannya juga dikhawatirkan berkaitan dengan penyebaran parasit serta patogen.
Gangguan pada satwa liar berpotensi memengaruhi peran penting lahan basah. Kawasan ini memiliki fungsi bagi lingkungan, kegiatan rekreasi, dan pariwisata.
Forrest Galante, ahli biologi satwa liar sekaligus pembawa acara televisi, menilai masalah ini sudah sangat sulit dikendalikan. Ia menyatakan peluang untuk menyingkirkan seluruh piton Burma dari Florida sangat rendah, sekitar satu banding sepuluh.
Populasi Sudah Menyebar Luas
U.S. Geological Survey memperkirakan puluhan ribu piton Burma hidup di Everglades. Jumlah tersebut memperlihatkan tantangan besar dalam mencari ular yang tersebar di kawasan rawa dan lahan basah yang luas.
Piton Burma pertama kali didokumentasikan di Everglades pada 1970-an. Spesies ini masuk melalui perdagangan hewan peliharaan eksotis dan kemudian sebagian dilepas ke alam.
Pelepasan itu dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja oleh pemiliknya. Badai Andrew pada 1992 juga diyakini menghancurkan sebuah fasilitas penangkaran dan memungkinkan lebih banyak ular lepas.
Pengenalan oleh manusia pada tahap awal disebut menjadi faktor besar yang membentuk persoalan saat ini. Setelah bertahan selama puluhan tahun, piton Burma menjadi predator tangguh di sebagian lanskap Everglades.
Florida Tetap Menekan Populasi
Meski pemberantasan total dinilai tidak realistis, Florida tidak menghentikan upaya pengendalian. Pemerintah menjalankan Python Elimination Program dengan membayar pemburu yang menargetkan piton Burma di Florida selatan.
Kompetisi perburuan tahunan juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Sasaran utamanya adalah menekan jumlah ular agar peluang pemangsaan dan perkembangbiakan dapat dikurangi.
Pengendalian populasi tidak menjamin piton Burma akan hilang dari Everglades. Namun, setiap individu yang ditangkap dapat membantu membatasi tekanan terhadap satwa asli di kawasan lahan basah itu.






