Pemilik emas Antam yang membeli dalam beberapa bulan terakhir belum tentu menikmati kenaikan harga saat menjual kembali batangannya. Harga buyback Rp2.546.000 per gram masih berada di bawah sejumlah harga pembelian pada 2026.
Pembelian pada 13 Februari 2026 seharga Rp2.904.000 per gram, misalnya, masih berpotensi rugi 12,33 persen jika memakai harga buyback saat ini. Posisi pembelian 13 Mei 2026 pada Rp2.839.000 per gram juga mencatatkan potensi rugi 10,32 persen.
Hasil Investasi Bergantung pada Periode Masuk
Perbedaan hasil terlihat tajam antara pembelian jangka pendek dan kepemilikan yang telah berlangsung lebih lama. Emas yang dibeli pada 13 November 2025 di harga Rp2.396.000 per gram memiliki potensi untung 6,26 persen.
Potensi hasil positif meningkat pada pembelian 13 Agustus 2025 yang tercatat di Rp1.917.000 per gram. Pada harga buyback sekarang, posisi tersebut berpotensi menghasilkan 32,81 persen.
| Tanggal Pembelian | Harga per Gram | Potensi Untung/Rugi |
|---|---|---|
| 13 Juli 2026 | Rp2.635.000 | -3,38% |
| 6 Agustus 2026 | Rp2.679.000 | -4,96% |
| 13 Februari 2026 | Rp2.904.000 | -12,33% |
| 13 Agustus 2025 | Rp1.917.000 | 32,81% |
| 13 November 2024 | Rp1.477.000 | 72,38% |
Ilustrasi hasil terbesar berasal dari pembelian pada 13 November 2024 di harga Rp1.477.000 per gram. Nilainya berpotensi menghasilkan keuntungan 72,38 persen apabila dijual menggunakan harga buyback Rp2.546.000 per gram.
Data tersebut menempatkan emas batangan sebagai instrumen yang lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang. Kenaikan harga perlu berlangsung cukup besar agar nilai jual kembali dapat melewati harga pembelian.
Spread Menjadi Penghalang Transaksi Cepat
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, harga jual emas Antam tercatat Rp2.700.000 per gram. Harga buyback pada hari yang sama berada di Rp2.546.000 per gram.
Selisih Rp154.000 per gram itu membuat pembeli baru langsung berada pada posisi negatif jika menjual emas pada hari yang sama. Harga jual menjadi biaya saat membeli, sedangkan buyback menentukan nilai yang diterima saat pencairan.
| Keterangan | Perubahan | Harga per Gram |
|---|---|---|
| Harga jual emas Antam | Naik Rp20.000 | Rp2.700.000 |
| Harga buyback Antam | Naik Rp30.000 | Rp2.546.000 |
| Selisih harga | – | Rp154.000 |
Harga jual tersebut naik dari Rp2.680.000 per gram pada hari sebelumnya. Sementara harga buyback meningkat dari Rp2.516.000 per gram, sehingga kenaikannya lebih besar daripada harga jual.
Meski demikian, penguatan tersebut belum cukup untuk menghilangkan spread yang perlu ditanggung pembeli. Perhitungan investasi tidak cukup hanya melihat arah kenaikan harga emas harian.
Pembaruan Resmi Menentukan Harga Transaksi
Harga emas domestik menguat seiring harga emas global yang masih berada pada level tinggi. Arah kebijakan suku bunga The Fed dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebut menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga.
Untuk Jumat, 14 Agustus 2026, sejumlah lembaga pemantau harga memperkirakan pergerakan harga Antam cenderung stabil dengan peluang kenaikan tipis. Kepastian harga tetap menunggu pembaruan resmi Logam Mulia pada pagi hari.
Calon pembeli perlu memantau harga jual, harga buyback, dan kebutuhan likuiditas sebelum bertransaksi. Dana yang dipakai membeli emas sebaiknya bukan dana yang dibutuhkan dalam waktu mendesak.






