Jalan Shamrock Rovers menuju Liga Europa kini ditentukan oleh satu pertandingan di Albania. Mereka datang dengan agregat 3-1 atas KF Egnatia dan berpeluang mencapai babak play-off.
Keunggulan tersebut membuka peluang bertemu Lillestrom dari Norwegia pada tahap berikutnya. Namun, Egnatia memiliki alasan kuat untuk percaya diri setelah menghasilkan sembilan gol dalam dua laga Eropa di Arena Egnatia.
Tuan rumah perlu mengejar defisit dua gol agregat untuk membalikkan keadaan. Tekanan itu akan berhadapan dengan catatan pertahanan Rovers yang hanya mencatat satu clean sheet dalam sembilan pertandingan terakhir.
Stephen Bradley menegaskan bahwa Rovers tidak akan mengubah ambisi menjadi sekadar usaha mengamankan hasil imbang. Manajer Rovers itu meminta skuadnya datang dengan sasaran memenangi pertandingan.
“Itulah tujuannya pada Kamis malam. Pertandingan tandang Eropa selalu berbeda, kami tahu itu tetapi tujuan kami adalah pergi dan memenangkan pertandingan,” ujar Bradley. Ia menilai laga tandang di Eropa memang memiliki tantangan tersendiri.
Pertandingan ini membawa konsekuensi berbeda bagi perjalanan Rovers di kompetisi antarklub Eropa. Jalur yang akan ditempuh bergantung pada hasil mereka melawan Egnatia dan kemungkinan hasil pada tahap play-off.
| Tahap dan Hasil | Jalur Kompetisi |
|---|---|
| Mengalahkan KF Egnatia | Play-off Liga Europa melawan Lillestrom |
| Menang di play-off Liga Europa | Fase utama Liga Europa |
| Kalah di play-off Liga Europa | UEFA Conference League |
| Kalah dari KF Egnatia | Play-off Conference League |
Rovers masih memiliki jalur menuju UEFA Conference League jika tersingkir pada babak play-off Liga Europa. Akan tetapi, kekalahan dari Egnatia akan membuat mereka langsung masuk ke play-off Conference League.
Keunggulan Rovers lahir dari kemenangan pada pertemuan pertama. Graham Burke mencetak gol melalui penalti, sementara Pico Lopes menyumbang gol lewat sundulan dan Aaron Greene turut mencatatkan namanya di papan skor.
Egnatia hanya mampu membalas satu gol pada laga tersebut. Karena itu, mereka harus tampil lebih agresif di hadapan pendukung sendiri untuk menghapus ketertinggalan agregat.
Rovers berangkat ke Albania setelah menang 3-2 atas Dundalk di kompetisi domestik. Hasil itu memberi modal positif, meski masalah kebobolan tetap menjadi perhatian utama menjelang leg kedua.
Bradley kehilangan Cian Barrett yang cedera ketika menghadapi Dundalk. Dan Cleary, Victor Ozhianvuna, Connor Malley, serta John McGovern juga belum berada dalam kondisi siap bermain.
Di kubu lawan, Soumaila Bakayoko masih absen karena cedera ligamen lutut yang dialaminya sejak akhir Juli. Kehilangan penyerang itu menjadi hambatan bagi Egnatia dalam upaya mengejar gol.
“Kami tahu jika kami memenangkan pertandingan, kami lolos jadi sesederhana itu. Itulah tujuannya,” kata Bradley. Pernyataan itu menegaskan bahwa Rovers ingin mengendalikan nasib kelolosan melalui kemenangan di Albania.






