Pilihan jarak tempuh hingga 205 kilometer dan 301 kilometer menjadi pembeda utama dua varian Wuling Aira ev. Di tengah opsi tersebut, mobil listrik kompak ini sudah meraih lebih dari 3.500 SPK dalam dua pekan sejak peluncuran nasional.
Angka pemesanan itu menunjukkan adanya minat terhadap kendaraan listrik yang ditawarkan dalam rentang harga Rp155 juta sampai Rp175 juta. Wuling Aira ev menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas harian, khususnya di wilayah perkotaan.
Varian yang lebih rendah menawarkan banderol Rp155 juta, sedangkan varian dengan daya jelajah lebih jauh dipasarkan seharga Rp175 juta. Selisih Rp20 juta tersebut memberi konsumen ruang untuk memilih sesuai pola perjalanan sehari-hari.
| Varian | Harga | Jarak Tempuh |
|---|---|---|
| Standard Range | Rp155 juta | Hingga 205 km |
| Long Range | Rp175 juta | Hingga 301 km |
Standard Range menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan harga lebih rendah. Long Range menawarkan tambahan daya jelajah hingga 301 kilometer bagi konsumen yang memerlukan kapasitas perjalanan lebih panjang.
Perlengkapan untuk mobilitas sehari-hari
Wuling membekali Aira ev dengan layar kontrol berukuran 10,1 inci di dalam kabin. Mobil ini turut menggunakan teknologi Internet of Vehicle atau IoV untuk menunjang konektivitas kendaraan.
Aspek keselamatan didukung struktur bodi yang memakai 60 persen baja berkekuatan tinggi. Kamera parkir belakang dan Hill Hold Control juga tersedia sebagai bagian dari kelengkapan kendaraan.
Secara tampilan, Aira ev mengusung konsep desain Neo Classic. Kabinnya menggunakan tema Fun Pod yang dipadukan dengan karakter kendaraan kompak untuk penggunaan urban.
Sales Director Wuling Motors, Kharismawan Awangga, menyebut sambutan terhadap model ini mencerminkan penerimaan konsumen Indonesia. Ia menilai desain, dimensi yang ringkas, fitur modern, dan kemudahan penggunaan menjadi faktor yang relevan bagi calon pengguna.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Wuling Aira ev yang telah mencatat lebih dari 3.500 SPK hanya dalam dua pekan setelah peluncuran nasional,” kata Kharismawan. Pernyataan itu merujuk pada capaian pemesanan setelah model tersebut diluncurkan secara nasional.
Produksi dalam negeri
Aira ev diproduksi di fasilitas Wuling di Cikarang, Jawa Barat. Model ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sebesar 42,5 persen.
Nama Aira diambil dari kata Air dalam bahasa Inggris yang bermakna udara. Wuling menggunakan nama tersebut untuk menggambarkan kedekatan kendaraan dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Laporan Suara.com menyebut Wuling memandang minat awal pasar itu sebagai dorongan untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan. Dua pilihan jarak tempuh dan rentang banderolnya diharapkan dapat mendukung adopsi kendaraan listrik di Indonesia.






