Saat Orang Berdiri di Slot Parkir, Pengemudi Disarankan Hindari Adu Mulut

Orang yang berdiri di slot parkir kosong dapat memicu ketegangan ketika kendaraan lain sudah berada di depannya. Dalam situasi seperti itu, pengemudi diminta tidak meladeni adu mulut yang berisiko memperpanjang konflik.

Ketua Indonesia Parking Association (IPA) Rio Octaviano menyarankan pengendara untuk meredakan keadaan dengan mencari ruang lain apabila perdebatan tidak dapat diselesaikan. Langkah tersebut dipandang lebih aman dibanding membiarkan emosi meningkat di tengah area parkir umum.

Risiko Friksi Berawal dari Saling Merasa Berhak

Slot yang tampak kosong kerap dianggap dapat langsung digunakan oleh mobil yang telah tiba di lokasi. Namun, persoalan muncul ketika ada orang yang ditempatkan untuk menandai atau memesan ruang tersebut bagi kendaraan lain.

Kondisi itu menempatkan pengemudi dan pihak yang melakukan penandaan pada posisi saling merasa berhak. Perselisihan pun dapat terjadi meski awalnya hanya berkaitan dengan satu ruang parkir.

Rio menilai pengendara tidak perlu memaksakan perdebatan saat akses ke slot kosong dihalangi oleh orang yang melakukan tagging. Teguran yang tidak direspons dapat membuat friksi berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Kalau saya mobil yang sudah hadir di lot parkir kosong, saya tidak akan mendebat orang yang tag parkir,” kata Rio. Ia menekankan bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan perdebatan merupakan bentuk pengendalian ego di ruang publik.

Pengunjung Tidak Memiliki Wewenang Operasional

Menurut Rio, ruang parkir di lokasi umum tidak seharusnya diperlakukan sebagai area yang dapat dipesan sendiri oleh pengunjung. Menaruh pasangan, anggota keluarga, atau orang lain di sebuah slot tidak menjadikan mereka pihak yang berwenang mengatur parkir.

Pengunjung biasa dinilai tidak memiliki kapasitas operasional untuk mengamankan maupun menguasai area parkir tertentu. Kewenangan untuk mengatur penggunaan ruang dan alur kendaraan berada pada pihak pengelola melalui petugas resminya.

“Kalau saya yang tag parkir, saya tidak perlu pasang orang untuk booking lot parkir, karena saya atau pasangan saya bukan petugas resmi yang berhak melakukan tindakan operasional,” ujar Rio pada Senin (17/8/2026).

Tindakan menandai ruang tetap dapat menimbulkan persoalan karena tidak ada aturan khusus yang secara tegas mengikat praktik tersebut di ruang publik. Karena itu, pendekatan yang mengutamakan ketenangan menjadi penting saat dua pihak berhadapan di area yang sama.

Petugas Menjadi Penengah di Area Padat

Pengelola gedung maupun lokasi parkir didorong untuk menempatkan petugas di lapangan sebagai langkah antisipasi. Keterbatasan jumlah personel tidak menghilangkan pentingnya kehadiran mereka di titik-titik yang berpotensi padat.

Petugas dapat membantu mengarahkan alur kendaraan agar tidak tersendat saat ruang parkir semakin terbatas. Mereka juga dapat menjadi penengah ketika ada perbedaan pendapat mengenai penggunaan sebuah slot.

Rio menyebut pengelola parkir atau lokasi harus memberikan petugas di lapangan untuk mengantisipasi persoalan tersebut. Pengaturan oleh pihak resmi membuat keputusan mengenai ruang parkir tidak sepenuhnya dibebankan kepada pengunjung.

Dengan demikian, pengemudi yang berhadapan dengan penandaan slot dapat menghindari konfrontasi sambil memberi ruang bagi petugas untuk menangani keadaan. Ketertiban di area parkir bergantung pada kesiapan pengelola dan sikap saling menahan diri dari para pengguna.

Baca Juga